- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Biaya Hidup Menipis Pascagempa, Mahasiswa NTT di Yogyakarta Bertahan Hidup dengan "Ngebon" Hingga Cari Nasi Gratis di Warung
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Cornelisiano Ligi Longa. Mahasiswa dari Universitas Mercua Buana Yogyakarta menyebut kampung halamannya di Ende terdampak gempa bumi. Kondisi rumahnya mengalami kerusakan cukup parah. Beruntung, keluarganya berhasil selamat dari gempa.
"Karena saya berasal dari Ende, kondisi rumah saya cukup lumayan parah. Kalau kondisi orang tua, keluarga semua masih sehat-sehat baik-baik saja gitu," ucapnya.
Namun untuk menghubungi keluarga di kampung halamannya masih terkendala jaringan yang hingga kini masih sulit diakses.
Untuk bertahan hidup, ia mengandalkan bantuan yang disalurkan oleh Pemda DIY pada hari ini.
Seperti diketahui, pemda menyalurkan bantuan logistik bagi mahasiswa NTT yang tengah menempuh pendidikan di DIY. Adapun, bantuan permakanan yang diberikan di antaranya beras sebanyak 405 kilogram per bulan, telur dan makanan pendamping lainnya.
Cornelis mengungkap, bantuan yang diberikan oleh Pemda dapat meringankan beban hidup mahasiswa NTT yang tinggal di Yogyakarta.
"Saya mewakili teman-teman mahasiswa yang lain mengucapkan banyak-banyak limpahan terima kasih untuk segala jenis bantuan yang telah didonasikan buat kami yang ada di Yogyakarta," ungkapnya. (scp)