news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Salah satu orang tua korban Daycare Little Aresha saat memberikan kesaksian di PN Yogyakarta.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Kesaksian Ibu Korban Ungkap Kejanggalan Pemberian Susu di Daycare Little Aresha Yogyakarta: Botol Susu Selalu Kering Jadi Tanda Tanya

Kesaksian orang tua korban dalam kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha kembali mengungkap pengalaman yang dinilai janggal.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:50 WIB
Reporter:
Editor :

Yogyakarta, tvOnenews.com - Kesaksian orang tua korban dalam kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha kembali mengungkap pengalaman yang dinilai janggal.

Imedia Dwi Anjani selaku salah seorang ibu korban menyoroti persoalan pemberian susu kepada anaknya inisial B (4) selama berada di tempat penitipan anak tersebut. Sebelumnya, sang anak diketahui menderita Autism Spectrum Disorder (ASD) ringan. 

Adapun, kejanggalan bermula ketika sang ibu mendapati botol susu yang dibawa anaknya dalam posisi kering setelah pulang dari daycare. Padahal, sebelum anak berangkat, ia telah menyiapkan susu untuk dikonsumsi selama berada dalam penitipan.

Kondisi botol yang selalu kering kemudian menimbulkan pertanyaan. Sang ibu pun mulai mempertanyakan bagaimana sebenarnya susu diberikan kepada anaknya selama berada di daycare.

Ia lantas menanyakan persoalan tersebut kepada ketua yayasan Little Aresha bernama Diyah Kusumastuti.

"Saya kalau ada uneg-uneg selalu langsung buat janji dengan Bu Diyah contohnya sewaktu saya curiga ada kejanggalan terkait pemberian susu," ucap Imedia di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).

Apalagi sebelum menyampaikan ketidakpuasannya tersebut, dirinya sempat membuktikan kecurigaannya sendiri dengan menempel lakban di dalam botol susu sang anak. 

"Sebelum komplain, saya tes dulu bagian dalam botolnya. Saya tempel lakban yg ternyata saya tes selama 3-4 hari lakbannya belum berpindah dari situ," ungkap Imedia.

""Kalau emang Benji dikasih susu misalnya jam 2 siang, pasti (botol) akan lembab sampai jamnya dia pulang jam 5. Tapi saat itu pernah 3 hari saya lihat botolnya kering sekali," sambungnya.

Berdasarkan komunikasi yang diterima dari ketua yayasan, muncul penjelasan bahwa anaknya disebut minum susu menggunakan gelas, bukan selalu dari botol yang dibawakan dari rumah.

Penjelasan tersebut justru membuat sang ibu bertanya-tanya. Padahal selama ini, anaknya diketahui belum bisa minum susu menggunakan gelas.

"Yang dikatakan (ketua yayasan) adalah Benji minum susu bukan dari dot, tapi pakai gelas. Padahal Benji tidak pernah minum susu pakai gelas," kata Imedia.

Dalam persidangan ini, total ada 10 orang saksi yang diperiksa. Mereka merupakan orang tua dari para korban. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dipimpin oleh Sunaryanto selaku Ketua Majelis dan Hakim Anggota yang terdiri dari Karsena, Jamuji, Erni Kusumawati dan Sri Sulastuti. (scp/buz)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:28
05:13
03:46
05:27
02:26
01:41

Viral