- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Viral Wisatawan Pakai Kursi Roda Kesulitan Lewati Portal Teleskopik Malioboro, Begini Respon Dishub DIY
Yogyakarta, tvOnenews.com - Video yang memperlihatkan wisatawan pengguna kursi roda kesulitan melintasi portal teleskopik di kawasan Malioboro Yogyakarta viral di media sosial.
Kondisi tersebut memunculkan sorotan mengenai aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di kawasan wisata tersebut.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga yang berada di lokasi turut membantu menarik serta mengangkat bagian portal pembatas jalan lantaran terlalu sempit. Warga juga tampak memapah yang bersangkutan untuk menunduk agar bisa melewati portal tersebut.
Sorotan terhadap portal teleskopik tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Dinas Perhubungan (Dishub) DI Yogyakarta.
Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti mengatakan, pemasangan portal regol ayem bertujuan untuk mengendalikan kendaraan yang akan melintas di sirip-sirip kawasan Malioboro dan tentunya juga harus mengutamakan pejalan kaki.
Terkait insiden yang terjadi pada Minggu (30/8/2026), ia menjelaskan bila petugas yang biasa menjaga portal tersebut sedang berbagi tugas mengatur ruas jalan di sisi utara lantaran terjadi kepadatan arus lalu lintas.
"Nuwun sewu sepertinya insiden kemarin itu yang menjaga meninggalkan lokasi ke area sisi utara karena di sisi utara crowded. Saat ada yang mau lewat, kuncinya dibawa, padahal harusnya bisa dibuka," tutur Chrestina, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, peristiwa tersebut berkaitan dengan masalah teknis di lapangan yang tentunya akan menjadi bahan evaluasi. Terpenting, Dishub mengetahui kelemahan dari pemasangan portal tersebut yakni kurang ramah disabilitas.
"Kemarin sudah kita informasikan, nanti kalau ada pejalan kaki dan space jalannya tidak ada, bagian tengah akan dibuka. Ini hanya masalah teknis di lapangan harusnya petugas standby di situ, tetapi ternyata bergeser," ucap Chrestina.
Ia juga menuturkan, bila pemasangan portal teleskopik ini bagian dari uji coba kawasan Malioboro full pedestrian pada November 2026.
Ditambah proses pengerjaan portal yang dinilai sedikit terburu-buru membuat kurang optimal sehingga mengganggu masyarakat yang melintas di kawasan wisata ikonik Yogyakarta tersebut.
"Tapi kita jadi tahu kelemahannya dan nanti akan dilakukan pemeliharaan karena kondisi portal yang agak seret," ungkapnya.
Chrestina menyebut, ada 13 ruas jalan di sirip-sirip Malioboro yang dipasangi portal. Belasan portal tersebut dijaga oleh sejumlah personel yang berjaga dalam tiga sif.