news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria (tengah) menegaskan bahwa pemerintah mendorong pengembangan teknologi nuklir secara serius..
Sumber :
  • tim tvOne - Sri Cahyani Putri

BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan pengembangan teknologi nuklir tetap menjadi agenda strategis nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran
Kamis, 10 September 2026 - 00:54 WIB
Reporter:
Editor :

Sleman, tvOnenews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan pengembangan teknologi nuklir tetap menjadi salah satu agenda strategis nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Bahkan, alokasi untuk riset sekaligus pembangunan infrastruktur ketenaganukliran pada 2027 akan diperkuat untuk mendukung pemanfaatan nuklir di sektor energi, pangan, dan kesehatan.

Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria mengatakan pemerintah tengah mendorong pengembangan teknologi nuklir secara lebih serius. Peningkatan anggaran tersebut akan diarahkan untuk memperkuat riset sekaligus membangun infrastruktur yang dibutuhkan agar pemanfaatan teknologi nuklir dapat berkembang lebih optimal.

“Justru nuklir ini sekarang akan semakin kita kembangkan. Anggaran riset dan pembangunan infrastruktur nuklir ini porsinya sangat besar yang 2027 ini akan kita lakukan,” ujar Arif usai menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Terapan ke-5 Politeknik Teknologi (Poltek) Nuklir Indonesia Tahun 2026 di Sahid Hotel, Yogyakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut Arif, tiga bidang yang menjadi fokus utama pengembangan nuklir adalah energi, pangan, dan kesehatan. Ketiganya dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan manfaat teknologi nuklir bagi masyarakat.

Penguatan infrastruktur menjadi salah satu pekerjaan yang diprioritaskan. Pemerintah berharap sejumlah pembangunan pendukung dapat dituntaskan pada 2027 sehingga pengembangan teknologi nuklir untuk berbagai kebutuhan dapat dilakukan dengan lebih kuat.

Meski demikian, Arif menegaskan lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) hingga kini belum diputuskan. Pengembangan PLTN masih menjadi bagian dari agenda jangka panjang pemerintah dan membutuhkan berbagai persiapan sebelum implementasinya dilakukan.

Selain persoalan infrastruktur dan teknologi, Arif menilai penerimaan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengembangan nuklir di Indonesia. Menurutnya, edukasi mengenai pemanfaatan teknologi nuklir perlu diperkuat agar masyarakat memahami bahwa nuklir tidak hanya berkaitan dengan pembangkit listrik, tetapi juga memiliki berbagai manfaat di bidang kesehatan dan pangan.

“Yang paling penting bagi kita sekarang adalah bagaimana mengedukasi masyarakat tentang nuklir ini,” katanya.

Yogyakarta sendiri dinilai memiliki posisi penting dalam penguatan ekosistem ketenaganukliran nasional. Keberadaan Poltek Nuklir beserta fasilitas laboratorium dan reaktor riset menjadi salah satu sarana untuk menyiapkan sumber daya manusia sekaligus memperkuat kompetensi di bidang tersebut.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:53
02:38
02:00
06:46
05:01
01:32

Viral