- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @gibran_rakabuming @majella_h24
Pegawai SPPG di Bantul Dapat Tamparan Keras Gibran Rakabuming Usai Olok-olok Korban Keracunan: Sangat Disayangkan
tvOnenews.com - Seorang oknum pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bernama Gerard Permana mendapat tamparan keras dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka setelah menyinggung kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang menampilkan Gerard Permana asyik memakan chicken katsu yang disebut masakan kemarin.
Sembari memakannya, oknum tersebut melontarkan pernyataan bernada satir mengenai kondisi ingatannya.
“Btw gua makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak? Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen,” ujar Gerard Permana dalam video yang beredar.
Para netizen di media sosial mengaitkan pernyataan tersebut dengan kasus Febiona Purba, seorang siswi yang diberitakan diduga menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.
Pernyataan bernada satir tersebut dinilai telah menyinggung korban atas apa yang dialaminya. Seketika video tersebut menjadi perhatian publik dengan mengecam sikap oknum pegawai SPPG tersebut.
Gibran Rakabuming Beri Tamparan Keras
- tangkapan layar instagram medantalk
Melalui akun media sosialnya, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memberi teguran keras terhadap Gerard Permana.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @gibran_rakabuming, Wakil Presiden RI menampilkan potongan video Gerard Permana yang viral lantaran dinilai mengolok-olok korban dugaan keracunan.
Gibran Rakabuming sangat menyayangkan pernyataan tersebut keluar dari seorang oknum pegawai SPPG.
“Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan,” tulis Gibran Rakabuming, dikutip dari akun Instagram @gibran_rakabuming.
Selain itu, dirinya juga berterima kasih kepada Tim Dokter yang telah merawat Agnesia dan Febiona, korban dugaan keracunan makanan dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Ia juga mengabarkan bahwa saat ini keduanya telah dinyatakan sehat dan dapat kembali pulang ke rumah masing-masing untuk kembali bersekolah serta beraktivitas.
“Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kab. Karo dan akan masuk sekolah kembali,” ujarnya.
Permohonan Maaf Oknum Pegawai SPPG
- Instagram @Majella_h24
Setelah video yang menampilkan dirinya viral di media sosial, Gerard Permana memberikan permohonan maaf atas kegaduhan yang disebabkan oleh videonya.
Melalui unggahan video pada akun Instagram @majella_h24, Gerard mengungkapkan bahwa dirinya tidak ada maksud untuk menyinggung suatu pihak.
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kendala ataupun berita yang tersebar di media sosial karena konten saya sebelumnya. Tidak ada keinginan ataupun maksud tujuan tertentu untuk menyinggung satu program pemerintah apapun ataupun menyinggung salah satu korban dari program tersebut,” ungkap Gerard Permana pada unggahan video di akun Instagram @majella_h24.
Tak hanya itu, dirinya pun tidak bermaksud ataupun memiliki tujuan tertentu dengan membuat videonya menjadi viral di media sosial.
Oknum pegawai SPPG tersebut menduga videonya yang diunggah melalui story Whatsapp telah disebarluaskan di media sosial X.
Pernyataan yang diucapkannya telah digiring menyinggung korban dugaan keracunan makanan tersebut.
“Salah satu akun di X itu mereka melakukan cocokology yang dimana menyambungkan atau mengaitkan dengan salah satu korban yang ada di Karo,” terangnya.
(kmr)