news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pegawai SPPG di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta yang dicopot dari jabatan usai mengolok-olok siswi yang menjadi korban keracunan MBG..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Nyinyir Peragakan Korban Keracunan MBG Hingga Hilang Ingatan di Medsos, Pengawas Keuangan SPPG di Bantul Dipecat BGN DIY

Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil tindakan tegas terhadap pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bantul.
Senin, 21 September 2026 - 12:31 WIB
Reporter:
Editor :

Yogyakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil tindakan tegas terhadap pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bantul.

Pria yang diketahui menjabat sebagai pengawas keuangan dipecat usai videonya yang mengolok-olok siswi yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara viral di media sosial dan menjadi sorotan publik. Imbas dari keracunan, siswi tersebut juga dikabarkan hilang ingatan.

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko menyampaikan bahwa keputusan pemberhentian diambil karena pernyataan pegawai SPPG dinilai tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang terdampak kejadian keamanan pangan di wilayah lain.

Langkah ini juga bagian dari upaya menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran dalam penyelenggaraan Program MBG.

“Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi," tegas Gagat dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (21/9/2026).

Menurutnya, setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama.

Ketika terdapat masyarakat atau penerima manfaat yang diduga terdampak, seluruh jajaran harus mengedepankan rasa kemanusiaan, empati, serta sikap saling menghormati, bukan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan candaan ataupun olok-olok.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran SPPG untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik.

Setiap pernyataan yang disampaikan oleh personel SPPG dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.

“Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita," kata Gagat.

Atas kejadian ini, ia pun mengarahkan seluruh jajaran BGN Regional DIY untuk tidak terjebak dalam polemik, tetapi menjadikan persoalan tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:02
01:31
05:08
11:48
01:46
08:42

Viral