- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Peringati Hari Ulang Tahun ke-81 TNI, Berbagai Elemen Masyarakat Berkumpul di Yogyakarta Santuni Pesantren Tunarungu
Sleman, tvOnenews.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Yogyakarta diisi dengan kegiatan silaturahmi dan bakti sosial oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk di antaranya menyalurkan santunan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada Pondok Pesantren Tunarungu Darul Ashom.
Selain pendeklarasian Paguyuban Bolo NKRI, kegiatan yang berlangsung di Ambarketawang pada Jumat (9/10/2026) ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Salah satu bentuk kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh paguyuban tersebut adalah penyerahan santunan dengan tujuan mendukung pesantren dalam mendidik para santri tunarungu, tak terkecuali dalam pembelajaran dan hafalan Al-Qur’an.
Perwakilan Dewan Penasihat Paguyuban Bolo NKRI, Goenjake menjelaskan bahwa rangkaian acara tidak hanya berisi kegiatan sosial, tetapi juga sejumlah agenda untuk memperingati HUT TNI sekaligus memperkenalkan paguyuban kepada masyarakat.
"Rangkaian acara diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars Bolo NKRI, pemotongan tumpeng, pemberian penghargaan kepada anggota yang aktif dalam kegiatan positif, serta apresiasi kepada anggota yang datang dari daerah terjauh, yakni Pasuruan," ujarnya.
Ia mengatakan, pemberian santunan kepada Pondok Pesantren Tunarungu Darul Ashom merupakan bentuk kepedulian anggota terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan.
“Pada malam ini, kami juga mengadakan bakti sosial berupa santunan kepada Pondok Pesantren Tunarungu Darul Ashom. Mereka adalah anak-anak tunarungu yang juga mampu menghafal Al-Qur’an. Karena itu, kami ingin ikut mendukung melalui donasi dari teman-teman komunitas,” ujarnya.
Bantuan senilai Rp10 juta tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para santri sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan di pesantren.
Perwakilan Dewan Pembina, Iwan Garasi mengatakan, paguyuban tersebut dibentuk untuk menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Anggotanya berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU), Polri, hingga pengusaha, pedagang, dan elemen masyarakat lainnya.
“Ini paguyuban dari teman-teman empat matra, AD, AL, AU, dan kepolisian, kemudian rekan-rekan dari berbagai elemen masyarakat. Intinya untuk mewujudkan Jogja yang adem ayem, tanpa kerusuhan, serta menjaga kedamaian, kerukunan, dan kekeluargaan,” ungkap Iwan di Ambarketawang (9/10/26).