- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Heboh Tikar Rp129.500 per Jam di Wisdom Park, UGM: Tak Ada Penarikan
Sleman, tvOnenews.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta buka suara mengenai curhatan warganet yang mengaku diminta membayar Rp129.500 per jam untuk penggunaan space dengan menggelar tikar di Wisdom Park.
Dalam kejadian tersebut, kampus menegaskan tidak ada penarikan biaya kepada pengunjung dalam peristiwa itu.
Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana menjelaskan bahwa pengelola Wisdom Park saat itu memberikan informasi dan edukasi mengenai ketentuan tarif yang berlaku kepada pengunjung.
"Terkait keluhan salah satu pengunjung mengenai tarif Rp129.500 untuk penggunaan tikar yang beredar di media sosial, UGM mengklarifikasi bahwa pada saat kejadian, pengelola Wisdom Park memberikan informasi dan edukasi mengenai ketentuan tarif yang berlaku," jelasnya, Kamis (15/10/2026).
Made juga menegaskan, pengelola tidak memungut biaya tersebut baik saat kejadian maupun setelahnya.
"Pengelola tidak melakukan penarikan tarif tersebut kepada pihak yang bersangkutan, baik pada saat kejadian maupun setelahnya," tegasnya.
Sebagai informasi, Wisdom Park merupakan kawasan yang dirintis sejak 2010 dan terus dikembangkan serta dipelihara hingga saat ini.
Kawasan ini utamanya dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, Wisdom Park menjadi ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan untuk berolahraga dan berekreasi oleh sivitas UGM maupun masyarakat umum.
UGM menerapkan ketentuan penggunaan area dan fasilitas Wisdom Park sebagaimana diatur dalam tata tertib pengelolaan kawasan dan Peraturan Rektor UGM Nomor 4 Tahun 2026 tentang Standar Tarif UGM Residence.
Kegiatan pembelajaran, seperti kuliah dan praktikum, serta kegiatan penunjang pembelajaran, termasuk latihan unit kegiatan mahasiswa (UKM), tidak dikenakan tarif.
Kegiatan di luar aktivitas pembelajaran yang menggunakan area atau fasilitas secara khusus perlu mengikuti mekanisme perizinan dan ketentuan tarif yang berlaku.
Selain itu, kegiatan berolahraga di area outdoor Wisdom Park bersifat gratis, sedangkan kegiatan berolahraga di GOR Kebangsaan Wisdom Park mengikuti ketentuan tarif yang berlaku.
Penerapan tarif untuk kegiatan tertentu mempertimbangkan jumlah peserta dan durasi penggunaan area. Selain itu, besaran tarif dibedakan berdasarkan jenis layanan dan kategori pengguna internal maupun eksternal UGM.
Kegiatan tertentu yang sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) yang didukung oleh Wisdom Park dapat dipertimbangkan untuk memperoleh dispensasi sesuai komitmen UGM untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Prosedur penggunaan area
Permohonan penggunaan area Wisdom Park dapat diajukan melalui surat kepada Manajer Utama UGM Residence atau dengan mengisi formulir penggunaan area yang tersedia di kantor GOR Kebangsaan Wisdom Park.
Pengelola akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai prosedur, persyaratan, dan ketentuan tarif sesuai jenis kegiatan yang direncanakan.
UGM juga berkomitmen untuk terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan yang mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.
UGM mengapresiasi seluruh masukan masyarakat dan berkomitmen menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kejelasan informasi, transparansi, dan kualitas pelayanan.
Melalui komunikasi yang terbuka dan pengelolaan yang berkelanjutan, Wisdom Park diharapkan terus menjadi ruang yang aman, nyaman, tertib, dan bermanfaat bagi sivitas maupun masyarakat luas.
"Masukan tersebut menjadi bagian penting UGM untuk meningkatan kualitas komunikasi, pelayanan dan pengelolaan kawasan agar dapat memberikan manfaat bagi sivitas maupun masyarakat luas," ucap Made.
Isu penarikan tarif viral seusai warganet curhat di media sosial. Pengguna akun threads @elraflukha. Peristiwa terjadi ketika dirinya mengadakan acara komunitas di Wisdom Park.
Sebelumnya, dia membuat acara serupa di lokasi yang sama dan tidak ada pungutan biaya. Namun saat kejadian, ia tiba-tiba didatangi satpam yang mengatakan bila menggunakan space semacam tikar saat ini berbayar.
"Kalian tahu gak ngomongnya berapa ?Rp129.500 per jam bilangnya. Berlaku baru-baru aja katanya. 1 jam cuma pakai space doang, mending ke kafe gak sih yang dapat AC, fasilitas speaker dan proyektor juga kadang-kadang. Padahal kita juga alumni UGM dan masih ada mahasiswa UGM juga. Padahal cuma acara piknik kumpul-kumpul santai," tulisnya.
Postingan itu menuai komentar dari warganet yang juga resah dengan persoalan tersebut.
"Komunitasku juga sempat mau membuat acara di wisdom. Baca buku doang dan rencananya akan merajut. Mereka bahkan gak bertanya apakah akan berbayar atau gak, tiba-tiba langsung ditodong harga tersebut. Dikiranya komunitas bikin acara untung banyak kali ya," tulis @beingdyarayu. (scp/buz)