- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Berupaya Meningkatkan Kapasitas Usaha dan Memperluas Pemahaman Pasar, BPKP dan Kementerian Pertanian Menggelar Pelatihan untuk Pekebun Kelapa Sawit
Yogyakarta, tvOnenews.com — Sebanyak 28 pekebun kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mengikuti pelatihan Informasi Pasar dan Promosi (IPPI) untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pemahaman mengenai akses pasar. Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang informasi pasar dan strategi promosi agar mampu meningkatkan daya saing di industri kelapa sawit.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kementerian Pertanian tersebut berlangsung selama empat hari, pada 13–16 Oktober 2026. Pelaksanaan pelatihan dipercayakan kepada LPP Agro Nusantara, lembaga pelatihan perkebunan yang berpusat di Yogyakarta.
Direktur LPP Agro Nusantara Yogyakarta, Pranoto Hadi mengatakan, peningkatan produktivitas dan keterampilan pekebun menjadi aspek penting dalam memperkuat posisi pekebun sawit swadaya di industri kelapa sawit nasional.
“Produktivitas masih menjadi isu strategis dalam memperkuat peran pekebun sawit swadaya dalam peta bisnis kelapa sawit nasional. Jumlah kepemilikan lahan pekebun swadaya sekitar 40% dari total nasional dan tersebar di 26 provinsi, tapi produksi CPO baru 30–35 persen. Karena itu, peningkatan keterampilan dan pemerataan pemahaman mengenai praktik budidaya yang baik menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Pranoto.
Selain materi di kelas, peserta juga mengikuti praktik lapangan melalui kunjungan ke PT Seluma Sawit Lestari (SSL). Dalam kunjungan tersebut, peserta mempelajari alur tata niaga kelapa sawit serta standar promosi tandan buah segar (TBS) yang dapat diterima pasar global. Kegiatan ini diharapkan membantu pekebun memahami kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memasarkan hasil perkebunan mereka.
Melalui pelatihan IPPI, para pekebun sawit swadaya diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai praktik budidaya, tetapi juga mampu mengakses informasi pasar dan menerapkan strategi promosi yang tepat. Penguatan keterampilan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing serta memperkuat peran pekebun swadaya dalam industri kelapa sawit nasional. (Scp/Ard)