- Instagram/Humas Pemda DIY
Sri Sultan Angkat Bicara Terkait Insiden Bentrok Antar Suporter di Yogyakarta
Yogyakarta - Insiden kericuhan antar kelompok suporter yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Yogyakarta pada Senin (25/7/2022) lalu akhirnya mendapat tanggapan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dilansir dari laman Instagram resmi Humas Pemda DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyayangkan peristiwa keributan tersebut. Ia meminta masyarakatnya agar menghindari kekerasan, terutama kekerasan fisik.
“Antara Jogja dan Solo tidak ada persoalan apa pun. Saya selalu mengingatkan jangan melakukan kekerasan yang sifatnya fisik. Kita perlu membangun peradaban yang santun, bisa menghargai orang lain.” ungkap Sri Sultan, Selasa (26/7) di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Dikutip dari keterangan unggahan instagram Humas Pemda DIY.
Lebih lanjut, Sri Sultan menghimbau agar semua pihak bisa mengendalikan diri. Lebih dari itu, ia menegaskan bahwa masyarakat Jogja memiliki peradaban yang baik.
“Kita harus punya kemampuan mengendalikan diri, tunjukkan bahwa masyarakat Jogja itu punya peradaban yang baik,” lanjutnya.
Selain itu, pihak Humas Pemda DIY juga ikut menghimbau bagi masyarakat untuk mengedepankan rasa persaudaraan dan bersama-sama menjaga Jogja.
“Ngarsa Dalem berharap agar masyarakat dapat lebih mengedepankan rasa persaudaraan, daripada memprovokasi rasa kebencian yang merugikan banyak pihak.” tulis keterangan unggahan tersebut.
“Saiyeg Saeka Kapti, mari kuatkan persaudaraan dan gotong-royong, bersama menjaga Jogja agar tetap istimewa.” tutup keterangan instagram Humas Pemda DIY.
Tangkapan layar keciruhan suporter (tvOne/Nuryanto)
Sebelumnya terjadi kericuhan antar kelompok suporter di sejumlah titik di wilayah Yogyakarta yang diduga karena adanya provokasi antar kelompok.
Menurut keterangan Kapolsek Tegalrejo, Kompol Joko Sumarah, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di sejumlah titik wilayah Yogyakarta melibatkan kelompok suporter Persis Solo dan PSIM.
“Mereka hanya melintas dari Jalan Solo dan lewat tengah kota dan bukan mengambil rute Jalan Ringroad ke arah Maguwo. Intinya mereka terprovokasi (kelompok PSIM) kemudian emosi. Hanya sesaat saja dan langsung bisa diredam,” ujar Joko.
Keributan terjadi saat sejumlah kendaraan dari kelompok suporter Persis Solo konvoi melewati Kota Yogyakarta untuk menyaksikan tim kebanggaannya berlaga di Magelang.