news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

PT Pertamina Patra Niaga.
Sumber :
  • ANTARA

Ngeri! Korupsi Minyak Pertamina Diperkirakan Bikin Negara Bangkrut Nyaris Rp1.000 Triliun, Jadi Rekor Skandal Korupsi Terbesar sepanjang Sejarah?

Jika pola kerugian Rp193,7 T (sementara) terjadi sejak 2018, maka total kerugian korupsi minyak Pertamina dalam lima tahun ditaksir bisa nyaris Rp1.000 triliun.
Jumat, 28 Februari 2025 - 04:00 WIB
Reporter:
Editor :

4. Agus Purwono (AP) – VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional.

5. Maya Kusmaya (MK) – Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga.

6. Edward Corne (EC) – VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga.

7.Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR) – Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa. 

8. Dimas Werhaspati (DW) – Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim.

9. Gading Ramadhan Joedo (GRJ) – Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.

Ilustrasi - Pangkalan minyak PT Orbit Terminal Merak (OTM) yang diduga menjadi lokasi blending BBM dalam kasus korupsi minyak PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Sumber :
  • PT Orbit Terminal Merak (OTM)

 

Kasus korupsi minyak ini berlangsung pada periode 2018—2023 saat pemenuhan minyak mentah dalam negeri wajib mengutamakan pasokan minyak bumi dari dalam negeri sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018.

Jika perkiraan kerugian dalam dugaan korupsi minyak itu mendekati Rp1 kuadriliun, maka kasus ini bisa menjadi salah satu korupsi terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Hitungan kasar itu tentu jauh melebihi kasus PT Timah yang menyebabkan dampak kerugian lingkungan yang ditaksir mencapai Rp271 triliun serta kasus BLBI yang diaudit BPK mencapai Rp138,44 triliun pada tahun 2000 silam.

Dirut PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan (kanan), Direktur Feed stock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional Sani Dinar Saifuddin (tengah), Direktur Utama PT Pertamina International Shiping Yoki Firnandi (kiri).
Sumber :
  • Ist

 

Kejagung Patahkan Klaim Pertamina soal BBM Oplosan

Kejagung juga mengungkapkan fakta mencengangkan yang membantah pernyataan PT Pertamina Patra Niaga soal isu bahan bakar minyak (BBM) oplosan.

Terkait kasus korupsi minyak mentah itu, Pertamina Patra Niaga sempat mengakui terjadi blending RON 90 (Pertalite) dan RON 92 (Pertamax).

Pertamina menyebut bahwa ada proses percampuran BBM RON 92 dengan zat adiktif dan pewarna tanpa mengubah RON.

Namun, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar membantah klaim Pertamina.

Abdul Qohar memastikan bahwa fakta penyidikan yang ditemukan soal kasus korupsi tata kelola minyak mentah itu bukanlah pencampuran RON 90 dengan zat adiktif, melainkan RON 90 (Pertalite) atau RON 88 (Premium) yang dicampur dengan RON 92 (Pertamax).

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral