news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Potret Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan BKKBN Rizal M. Damanik (nomor dua dari kanan atas) saat memberikan kata sambutan yang diterima ANTARA di Jakarta pada Jumat (22/4/2022)..
Sumber :
  • (ANTARA/HO-BKKBN)

BKKBN: Perekonomian RI Alami Penurunan Saat Laju Penduduk Alami Peningkatan

BKKBN mengatakan kondisi perekonomian negara mengalami penurunan saat laju penduduk di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan.
Jumat, 22 April 2022 - 14:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan kondisi perekonomian negara mengalami penurunan saat laju penduduk di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan.

“Pandemi Covid-19 juga memainkan peran sentral dalam dampaknya terhadap produktivitas di hampir setiap Negara ASEAN. Baik angkatan kerja Indonesia maupun Filipina telah kehilangan pekerjaan (sementara atau permanen) atau mengalami pengurangan beban kerja. Lockdown di separuh negara memainkan faktor utama dalam penurunan pendapatan,” kata Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Rizal M. Damanik dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Rizal menuturkan, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi pada tahun 2030-2040. Di mana penduduk usia produktif usia 15-64 tahun mencapai 64 persen dari total proyeksi penduduk 297 juta. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun.

Data dari Sensus Penduduk Indonesia juga menyebutkan, bahwa jumlah penduduk Indonesia bertambah menjadi sebanyak 270,20 juta pada tahun 2020, dibandingkan sebanyak 237,63 juta pada tahun 2010.

Tingginya penambahan populasi penduduk, kata Rizal, kemudian dapat membantu pemerintah dalam menciptakan ekosistem politik dan ekonomi yang kondusif melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Pada bulan Februari tahun 2020 pun, Survei Angkatan Kerja Nasional menyatakan angkatan kerja milenial mencapai 51 juta orang. Tenaga kerja generasi X juga masih mencapai 45 juta orang.

“Tapi Survei Angkatan Kerja Nasional pada Agustus 2020, kedua kelompok umur angkatan kerja tersebut mengalami penurunan. Namun, pada bulan Agustus 2021, terjadi peningkatan lagi, terutama pada dua kelompok umur yaitu pada 48 juta orang di kelompok milenial dan 45 juta orang di kelompok generasi X. Artinya Covid-19 masih berpengaruh,” ujar dia.

Namun, hadirnya pandemi Covid-19 memberikan pukulan pada seluruh pihak dalam masyarakat dan menyebabkan peningkatan pengeluaran pada kesehatan publik menjadi meningkat. Bahkan menyebabkan perubahan dalam pasokan tenaga kerja karena kematian dan morbiditas yang berujung pada menurunnya pendapatan keluarga.

Padahal Presiden Joko Widodo menargetkan pada tahun 2045, Indonesia bisa keluar dari jebakan kelas menengah dengan pendapatan per kapita Rp27 juta per bulan atau Rp320 juta per tahun. Termasuk peningkatan pada produk domestik bruto (GDP) mencapai 7 triliun dolar AS sehingga Indonesia bisa masuk dalam lima besar ekonomi dunia.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral