- Kementan
Kerahkan Kapal Perang, Kementan dan TNI AL Percepat Bantuan Bencana di Sumatera, 70 Truk Logistik dan Ratusan Marinir Diberangkatkan
“Ini adalah kolaborasi untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena bencana. Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah cobaan bagi kita semua. Karena itu, kita hadir bersama untuk membantu dan meringankan beban mereka,”tambah Mentan Amran.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung TNI Angkatan Laut dalam misi kemanusiaan tersebut. Lebih dari 310 personel Marinir dikerahkan untuk mendukung distribusi bantuan, termasuk personel di atas kapal yang memastikan pengiriman logistik berjalan lancar.
“Keikhlasan Angkatan Laut turun tangan langsung sangat luar biasa. Ini wujud pengabdian demi Merah Putih,”kata Mentan.
Dalam kesempatan yang sama, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa bantuan bagi masyarakat terdampak bencana berasal dari dua sumber, yakni bantuan pemerintah dan bantuan sukarela. Bantuan pemerintah mencakup kebutuhan pokok yang bersumber dari negara, seperti 44.000 ton beras dan 6.000 ton minyak goreng, dengan total nilai sekitar Rp1,2 triliun.
Sementara itu, bantuan sukarela dihimpun melalui program Kementan Peduli yang melibatkan pegawai Kementerian Pertanian serta mitra strategis, termasuk BUMN pangan seperti Bulog, ID Food, dan PTPN. Nilai bantuan sukarela tersebut mencapai sekitar Rp75 miliar.
“Dari total bantuan yang disalurkan, terdapat dua jenis bantuan, yaitu bantuan dari pemerintah dan bantuan sukarela dari Kementerian Pertanian, pegawai Kementerian Pertanian, serta mitra-mitranya,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu dan saling menguatkan dalam menghadapi bencana yang melanda sejumlah daerah di Tanah Air.
“Saudaraku, sahabatku, seluruh Indonesia, mari kita gandengan tangan. Kalau belum mampu berbuat banyak, minimal kita doakan saudara-saudara kita agar diberi tambahan kesabaran dan kekuatan menghadapi cobaan ini,” pungkas Mentan Amran.
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa KRI Makassar-590 tidak hanya mengangkut bantuan Kementan Peduli, tetapi juga membawa 310 personel Marinir. Personel tersebut ditugaskan untuk mendukung tahapan prarekonstruksi dan rehabilitasi sebagai bagian dari persiapan pemulihan pascabencana di wilayah tujuan.
“Personel Marinir ini disiapkan untuk mendukung tahapan prarekonstruksi dan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak bencana,”tutup KASAL Ali.