news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tambang Emas Milik Prajogo Pangestu, PT Intam Resmi IPO: Ini Profil, Aset, dan Potensi Besarnya.
Sumber :
  • Istimewa

Tambang Emas Milik Prajogo Pangestu, PT Intam Resmi IPO: Ini Profil, Aset, dan Potensi Besarnya

PT Intam, tambang emas milik grup Prajogo Pangestu, resmi IPO di BEI. Simak profil lengkap, aset, wilayah tambang, dan prospek bisnisnya.
Selasa, 13 Januari 2026 - 08:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Nama PT Intam kini menjadi sorotan setelah perusahaan tambang emas yang terafiliasi dengan konglomerat nasional Prajogo Pangestu resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Intam dikenal sebagai salah satu lini usaha strategis dalam grup PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), yang berada di bawah ekosistem bisnis Prajogo.

Rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Intam sebelumnya memang telah lama beredar di pasar. Isu tersebut mencuat usai grup Prajogo sukses membawa PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), melantai di bursa pada awal Juli 2025.

Sumber industri menyebut PT Intam sebagai anak usaha CUAN yang sejak awal dipersiapkan untuk menjadi kendaraan ekspansi bisnis tambang emas melalui pasar modal. Dengan aset konsesi besar dan aktivitas eksplorasi yang terus berjalan, IPO ini dinilai sebagai langkah strategis memperkuat struktur pendanaan perusahaan.

Profil PT Intam, Tambang Emas Strategis di Sumbawa

PT Intam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan pengembangan tambang emas. Perusahaan ini memiliki wilayah konsesi seluas sekitar 18.500 hektare yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Secara perizinan, PT Intam telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) dengan nomor 503/02/IUP-OP/2015 yang diterbitkan pada 22 Oktober 2015. Masa izin pertambangan tersebut berlaku hingga tahun 2035, memberikan ruang pengembangan jangka panjang bagi perusahaan.

Wilayah konsesi PT Intam diketahui berbatasan langsung dengan area tambang emas dan tembaga milik PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan cadangan mineral terbesar di dunia. Posisi geografis ini memperkuat prospek PT Intam sebagai aset bernilai tinggi di sektor pertambangan emas nasional.

Struktur Kepemilikan dan Keterkaitan dengan CUAN

Dalam struktur grup, PT Intam merupakan cucu usaha PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). PT Intam berada di bawah PT Equator Sumber Energi (ESE), dengan kepemilikan saham sebagai berikut:

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): 65 persen

  • PT Panca Sakti Cemerlang: 35 persen

PT Equator Sumber Energi sendiri berperan sebagai holding company yang menaungi sejumlah entitas pertambangan dan energi di dalam grup CUAN.

Kinerja Aset dan Aktivitas Eksplorasi

Berdasarkan laporan keuangan, hingga tahun 2024 PT Intam mencatatkan nilai aset eksplorasi dan evaluasi sebesar:

  • US$ 3,60 juta atau sekitar Rp58,77 miliar

Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 3,43 juta atau Rp56,02 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan intensitas kegiatan eksplorasi yang dilakukan perusahaan di wilayah Sumbawa.

Pada Oktober 2025, melalui entitas anak PT Intam, CUAN melaporkan hasil signifikan dari eksplorasi di wilayah Ledang, Kecamatan Lenangguar, khususnya di blok Batururu. Kegiatan eksplorasi dilakukan menggunakan metode geolistrik serta pengeboran inti berlian.

Hasil awal menunjukkan adanya potensi mineralisasi emas baru dengan indikasi zona alterasi dan kandungan mineral yang menjanjikan. Hingga Januari 2026, total biaya eksplorasi yang telah dikucurkan perusahaan mencapai sekitar Rp6,68 miliar, seluruhnya berasal dari dana internal.

Rencana Pengembangan Pasca IPO

Manajemen CUAN sebelumnya menyampaikan bahwa meskipun IPO PT Intam telah terealisasi, perusahaan tetap akan berhati-hati dalam setiap langkah pengembangan. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi lanjutan, pemetaan regional, serta pengeboran tambahan untuk meningkatkan kepastian sumber daya mineral.

Tahapan berikutnya mencakup rencana pengeboran hingga 28 titik tambahan dengan total kedalaman sekitar 5.000 meter, guna memperkuat model geologi dan estimasi cadangan emas.

Prospek Tambang Emas PT Intam

Dengan konsesi luas, izin jangka panjang, lokasi strategis, serta dukungan finansial dari grup Prajogo Pangestu, PT Intam dinilai memiliki prospek kuat di sektor pertambangan emas Indonesia. Masuknya perusahaan ke pasar modal membuka peluang percepatan pengembangan aset sekaligus meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan.

IPO PT Intam tidak hanya menjadi momentum penting bagi CUAN, tetapi juga menegaskan agresivitas grup Prajogo dalam memperluas portofolio bisnis tambang berbasis komoditas strategis nasional. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
08:52
02:17
01:33
03:09
04:51

Viral