news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam Road to Jakarta Food Security Summit 2026..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Menko Airlangga Ungkap Singapura Tak Suka Indonesia Lakukan Ekspansi Perdagangan: Ada Upaya Mengganggu!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada negara tidak senang dengan Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan agenda pembukaan pasar terbesar.
Selasa, 13 Januari 2026 - 15:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia berada pada posisi strategis dalam ekspansi pasar global dan perjanjian perdagangan bebas. Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut tidak semua negara menyambut langkah Indonesia tersebut. Singapura disebut tak sepenuhnya senang jika Indonesia masuk ke seluruh skema free trade.

Dalam paparannya, Airlangga menyebut Indonesia merupakan negara dengan agenda pembukaan pasar terbesar pada 2025 berdasarkan studi sebuah perusahaan asal Swiss. Indonesia juga memperluas jaringan perdagangan ke Eropa hingga Kanada.

“Itu yang di tahun 2025 (Indonesia) membuka pasar paling besar. Terutama dengan IEU-CEPA, dengan IEU-Kanada. Kemudian nanti dalam bentuk dengan Inggris kita juga akan melakukan MoU untuk persiapan CEPA dengan Inggris,” ujar Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit 2026 di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).

Airlangga menyebut hampir seluruh pasar global mulai terbuka bagi Indonesia, baik melalui kerja sama bilateral maupun skema regional.

“Maka hampir semua pasar kita buka, kemarin I-EU juga sudah ditandatangani. Dan tentu tergantung dari geopolitik. Kita sudah punya RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) dengan regional ASEAN plus Jepang, Korea, China, dan juga New Zealand, Australia,” katanya.

Menurut Airlangga, posisi Indonesia kini berada di barisan depan di antara negara-negara ASEAN dalam kompetisi perdagangan.

“Maka kita adalah salah satu negara dibandingkan negara ASEAN lain yang sudah berada dalam kalau balapan itu pole position, posisi terdepan. Kita sudah punya juga masuk dalam lingkaran OECD, kita sedang dalam technical review. Nah di belakang kita Thailand, dia ingin masuk juga di sana,” ujarnya.

Terkait Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), Airlangga mengakui Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara tetangga, termasuk Singapura.

Namun, ia menyinggung bahwa Singapura tidak sepenuhnya menginginkan Indonesia masuk ke seluruh skema perdagangan bebas.

“Kemudian kita juga dalam CPTPP, walaupun CPTPP kita agak ketinggalan dibandingkan Singapura, Malaysia, Vietnam, tapi kita juga sedang masuk. Dan tentu Singapura tidak suka-suka banget juga kalau Indonesia masuk di dalam seluruh free trade. Jadi ada juga upaya-upaya untuk mengganggu Indonesia,” ucapnya.

Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia sudah berada dalam jalur yang tepat untuk memperluas akses pasar dan menjadi alternatif pertumbuhan baru di tingkat global.

“Tetapi Indonesia sudah di dalam track pertama open access, salah satu negara paling besar. Dan Indonesia adalah second to China untuk alternative growth, itu sudah terlihat. Kedua, our energy is very competitive dibandingkan negara lain, termasuk terhadap China dan Vietnam,” tuturnya. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral