- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Airlangga Sebut Indonesia di Pole Position Perdagangan Global: Industri Tekstil Harus Dilindungi
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah menilai kekuatan pasar domestik menjadi salah satu keunggulan strategis Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Selain memperluas akses ekspor, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga industri padat karya agar penyerapan tenaga kerja tetap stabil.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Indonesia memiliki resiliensi dari pasar dalam negeri yang besar. Kekuatan tersebut membuat Indonesia berada di posisi kompetitif di tingkat internasional.
“Selain mengandalkan pasar ekspor, kita juga punya resiliensi pasar dalam negeri. Jadi dengan kekuatan itu posisi kita sebetulnya dalam pole position tinggal Kadin bagaimana propaganda, kerjasama, dan terus mendorong pengembangan kawasan-kawasan,” ujar Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit 2026 di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).
Airlangga mengatakan Presiden berharap kawasan ekonomi khusus (KEK) terus dikembangkan karena hasil produksinya terbukti kompetitif di pasar global dan memperbesar kontribusi ekspor nasional.
“Apa yang menjadi harapan Bapak Presiden bahwa kita punya wilayah yang sangat kompetitif dan kita punya daerah melalui pengembangan melalui kawasan ekonomi khusus menunjukkan bahwa produk dari kawasan ekonomi khusus itu sangat bersaing di berbagai negara dan ekspor kita akan terus meningkat,” ujarnya.
Namun, pemerintah tidak ingin transformasi industri membuat sektor padat karya terpinggirkan. Airlangga menegaskan sektor yang mengandalkan tenaga kerja tetap harus dipertahankan.
“Namun Bapak Presiden terus mengingatkan bahwa yang labor intensive base harus tetap dijaga. Jadi kita jangan hanya lari yang capital base tetapi juga labor intensive,” katanya.
Untuk menjaga daya saing sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), Airlangga menyebut Presiden bersedia menyiapkan dukungan pendanaan.
“Dan kemarin di Hambalang pada hari Minggu Bapak Presiden menyiapkan bahwa untuk mempertahankan yang labor intensive base pemerintah akan menyiapkan dana sekitar Rp6 miliar itu untuk menjaga agar teknologinya tetap bersaing dan investment-nya tetap berjalan terutama untuk tekstil, produk tekstil,” ujar Airlangga.
“Karena itu mempekerjakan 5 juta tenaga kerja yang tetap punya potensi naik sampai 7 juta tenaga kerja karena dunia isinya 8 miliar orang dan dari 8 miliar orang semuanya pakai baju. Jadi itu tidak akan hilang untuk pangan,” sambung dia.
Airlangga juga menyinggung potensi industri alas kaki yang dinilai memiliki pasar global serupa tekstil.
“Kalau pangan apalagi ya, tapi untuk sandang pun itu akan kuat. Dan yang 8 miliar orang itu semuanya saya lihat disini pakai sepatu. Jadi aman juga untuk industri sepatu,” tambahnya.
Pemerintah menilai kombinasi sektor berbasis ekspor, pasar domestik, dan industri padat karya menjadi fondasi penting pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. (agr/rpi)