- Istimewa
UMKM Binaan BRI 'Kain Indonesia by Shifara', Hidupkan Nafas Wastra Nusantara Lewat Koleksi Office Wear
Setelah melewati proses seleksi, Sinta mendapatkan pendampingan langsung dari BRI untuk mengembangkan bisnisnya melalui berbagai pelatihan, termasuk digital marketing, strategi pemasaran, operasional, dan keuangan.
"Kami bertemu dengan para coach yang, setelah pendampingan, masih bisa kami ajak berinteraksi dan bertanya. Ini sangat membantu kami. Tidak hanya dalam mendapatkan ilmu, tetapi juga menyelesaikan berbagai pertanyaan yang selama ini membingungkan dalam menjalankan bisnis," imbuhnya.
Setelah pendampingan selesai, Kain Indonesia by Shivara mengikuti beberapa event yang digelar BRI untuk mendorong potensi UMKM.
Mulai dari bazaar hingga BRI Inkubator yang memfasilitasi banyak UMKM untuk mengembangkan bisnisnya.
“BRI memberikan banyak fasilitas, mulai dari ilmu yang dapat langsung diaplikasikan untuk mengembangkan bisnis hingga kesempatan pameran yang membantu memperkenalkan produk dan meningkatkan brand awareness,” kata Sinta.
Hadirnya Kain Indonesia by Shifara tidak hanya membuat Sinta menjadi perempuan yang lebih produktif dan berdaya, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian para perempuan yang terlibat dalam sirkular bisnisnya.
Mulai dari penjahit hingga admin packaging, seluruhnya dikerjakan oleh perempuan dari berbagai usia dan latar belakang.
Ia pun meyakini perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam menjaga dan mengenalkan batik ke dunia.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa Rumah BUMN BRI hadir sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha untuk memperoleh pembinaan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Program pembinaan UMKM ini menjadi bagian penting dari komitmen BRI untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Hingga saat ini BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan melaksanakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.
“Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu mengubah kualitas hidup masyarakat," ungkapnya.