news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Harga minyak dunia turun.
Sumber :
  • ANTARA/Shutterstock/aa.

Oversupply Minyak Dunia Tekan ICP Desember 2025, Harga Minyak RI Turun ke USD61,10 per Barel

Penurunan ICP pada Desember 2025 dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi super glut atau kelebihan pasokan minyak global, khususnya dari AS dan negara-negaraa OPEC+.
Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada bulan Desember 2025 ditetapkan sebesar USD61,10 per barel.

Nilai tersebut turun USD1,73 per barel dibandingkan ICP November 2025 yang berada di level USD62,83 per barel.

Penetapan ICP Desember 2025 ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025 yang ditetapkan pada 9 Januari 2025.

Penurunan ICP pada Desember 2025 dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi super glut atau kelebihan pasokan minyak global.

Kondisi oversupply tersebut dipengaruhi oleh tingginya produksi minyak Amerika Serikat, peningkatan produksi negara-negara OPEC+, serta proyeksi International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan surplus pasokan pada 2026 sebesar 3,7 hingga 4 juta barel per hari, melampaui tingkat stok pada masa pandemi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaiman menjelaskan, faktor lain yang turut menekan harga ICP adalah meredanya risiko geopolitik Rusia dan Ukraina.

Situasi tersebut dipengaruhi oleh adanya penawaran Ukraina untuk membatalkan aspirasi bergabung dengan NATO, serta proyeksi Rusia terkait peningkatan produksi minyak.

"Penurunan ICP bulan Desember juga disebabkan peningkatan suplai minyak dunia, di mana terdapat peningkatan produksi OPEC+ bulan November 2025 yang dibandingkan dengan November 2024 atau month over month (mom), menjadi 43,065 ribu bph," tambah Laode dikutip dari ESDM, Sabtu (17/1/2026).

Selain itu, OPEC merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara non-OPEC+ pada 2025 dibandingkan 2024. Dalam publikasi Desember 2025, OPEC menaikkan proyeksi sebesar 40 ribu barel per hari dibandingkan perkiraan November 2025 menjadi 0,95 juta barel per hari. Sementara itu, S&P Global menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2025 sebesar 16 ribu barel per hari menjadi 730 ribu barel per hari dalam laporan Desember 2025.

Di kawasan Asia Pasifik, pergerakan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh penurunan crude throughput China pada November 2025. Produksi kilang China tercatat turun 0,9 persen secara bulanan menjadi 14,86 juta barel per hari, yang merupakan level terendah dalam enam bulan terakhir.

Sejalan dengan kondisi tersebut, harga rata-rata minyak mentah utama dunia pada Desember 2025 tercatat melemah dibandingkan November 2025.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral