news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Indonesian Business Council (IBC) Outlook..
Sumber :
  • Kemenko Perekonomian

Indonesia Dihimpit Tekanan Global, Menko Airlangga Ungkap Kondisi Ekonomi RI dan Singgung Risiko Resesi

Menko Airlangga menyampaikan bahwa ekonomi RI dituntut untuk adaptif dan konsisten di tengah adanya mengungkap adanya berbagai tekanan eksternal, seperti fragmentasi perdagangan dunia.
Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Hingga pekan kedua tahun 2026, Pemrintah saat ini masih terus memantapkan arah kebijakan perekonomian nasional guna menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kualitas pertumbuhan di tengah dinamika global yang kian tidak menentu.

Kemenko Perekonomian mengungkap adanya berbagai tekanan eksternal, seperti fragmentasi perdagangan dunia dan perlambatan ekonomi global yang menuntut respons kebijakan adaptif, konsisten, serta berorientasi jangka menengah dan panjang agar kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam forum IBC Business Outlook 2026 yang digelar Indonesian Business Council (IBC).

“Saya rasa di tengah ketidakpastian global yang berasal dari perlambatan ekonomi dan peningkatan tensi geopolitik, ekonomi Indonesia tetap resilien dengan tingkat risiko resesi relatif rendah, berdasarkan Bloomberg, dibandingkan dengan AS, China, dan Jepang,” ujar Airlangga, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Dalam pemaparannya, Airlangga menjelaskan bahwa selama tujuh tahun terakhir Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen secara konsisten. Capaian tersebut mencerminkan akumulasi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 35 persen.

Stabilitas makroekonomi juga dinilai tetap terjaga, tercermin dari inflasi Desember 2025 yang berada di level 2,92 persen.

Kinerja pasar keuangan menunjukkan tren positif, ditandai dengan indeks saham yang terus mencetak rekor, nilai tukar rupiah yang relatif stabil, serta aktivitas sektor riil yang masih ekspansif.

Kondisi tersebut tercermin dari PMI manufaktur yang berada di level 51,2 dan indeks kepercayaan konsumen yang meningkat menjadi 123,5.

Dari sisi eksternal, posisi perekonomian Indonesia dinilai kuat dengan dukungan surplus neraca perdagangan serta cadangan devisa yang mencapai USD156,1 miliar.

Sementara itu, dari aspek pembiayaan dan investasi, pertumbuhan kredit perbankan tetap terjaga mendekati 8 persen.

Realisasi penanaman modal asing juga menunjukkan tren meningkat, mencerminkan kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia serta prospek pertumbuhan jangka panjang nasional.

Sebelumnya, Airlangga telah menyampaikan bahwa RI juga telah melakukan berbagai ekspansi perdagangan global kendati ada negara yang tidak suka dengan hal itu, khususnya Singapura.

Namun demikian, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia berada dalam jalur yang tepat untuk memperluas akses pasar dan menjadi alternatif pertumbuhan baru di tingkat global.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

10:04
02:11
03:07
01:56
05:09
04:48

Viral