- Antara
Saham ZATA Melejit Lebih dari 1.000% dalam 6 Bulan, Investor Ramai Borong Emiten Tekstil Crazy Rich Subang
Jakarta, tvOnenews.com – Saham ZATA milik emiten tekstil PT Bersama Zatta Jaya Tbk kembali menjadi sorotan pasar. Pada perdagangan Senin (19/1/2026), harga saham ZATA melesat 29,63% ke level Rp105 per saham, mencatatkan lonjakan signifikan di tengah optimisme terhadap sektor tekstil nasional.
Berdasarkan pantauan perdagangan, kinerja saham ZATA dalam enam bulan terakhir terbilang luar biasa. Dari posisi sebelumnya di Rp9 per saham, kini saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) telah melonjak hingga 1.066,67%. Lonjakan harga saham ZATA ini menjadikan emiten milik crazy rich Subang, Asep Sulaeman Sabanda, sebagai salah satu saham tekstil paling diperbincangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sentimen Pemerintah Dorong Saham ZATA
Penguatan saham ZATA tak lepas dari sentimen positif rencana pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar US$6 miliar atau setara Rp101 triliun untuk modernisasi teknologi industri tekstil dalam negeri. Kebijakan ini dinilai menjadi katalis besar bagi emiten tekstil, termasuk saham ZATA, karena berpotensi meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing ekspor.
Pelaku pasar menilai kebijakan tersebut dapat membuka ruang pertumbuhan baru bagi emiten tekstil nasional. Tak heran jika minat investor terhadap saham ZATA terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah Siapkan BUMN Tekstil, Saham ZATA Ikut Disorot
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah akan membentuk BUMN baru khusus sektor tekstil. Pendanaan sebesar US$6 miliar akan disiapkan oleh Danantara untuk mendukung perusahaan ini.
“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali. Sehingga pendanaan USD 6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (14/1).
Wacana ini semakin memperkuat sentimen positif terhadap saham ZATA dan emiten tekstil lainnya, mengingat sektor padat karya ini menjadi tulang punggung lapangan pekerjaan nasional.
Danantara Siap Danai Proyek Tekstil
CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan seluruh investasi Danantara akan melalui kajian dan uji kelayakan, termasuk dari sisi penciptaan lapangan kerja.
“Kita terbuka untuk menerima investasi dengan return lebih rendah jika penciptaan lapangan pekerjaan lebih besar. Tekstil adalah salah satu sektor dengan kontribusi tenaga kerja yang sangat besar,” ujar Rosan.
Pernyataan ini turut memperkuat optimisme pasar terhadap masa depan industri tekstil dan prospek saham ZATA dalam jangka menengah hingga panjang.
Struktur Kepemilikan Saham ZATA
Berdasarkan data per akhir September 2024, Asep Sulaeman Sabanda mengendalikan mayoritas kepemilikan saham ZATA melalui PT Lembur Sadaya Investama (LSI) dengan porsi sekitar 70,61%. Kepemilikan mayoritas ini membuat arah kebijakan strategis perseroan berada di tangan pengusaha yang dikenal sebagai crazy rich Subang tersebut.
Struktur kepemilikan yang solid ini juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam menilai stabilitas saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) di pasar.
ZATA Akan Gelar RUPSLB
Mengutip keterbukaan informasi BEI, manajemen ZATA mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Meski agenda rapat belum diumumkan, Direksi menyebut RUPSLB akan digelar di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sesuai ketentuan, pemanggilan resmi pemegang saham ZATA akan dilakukan pada Selasa, 27 Januari 2026. Adapun pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Senin, 26 Januari 2026, hingga pukul 16.00 WIB.
Agenda RUPSLB ini turut menjadi perhatian investor, mengingat keputusan strategis perusahaan berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham ZATA ke depan. (nsp)