- ANTARA
Bea dan Cukai Kepri Ungkap Penyelundupan Pangan dengan Barang Bukti 1.897 Ton Beras, Amran Minta Bongkar Hingga ke Akar!
Batam, tvOnenews.com-Praktik penyelundupan beras dan komoditas tani lainnya masih terjadi di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecam keras dan meminta penyelundupan komoditas pangan diusut hingga ke akarnya. Pernyataan Amran usai menghadiri penindakan penyelundupan komoditas pangan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri di Karimun.
Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan sekitar 1.897 ton beras yang diduga akan diselundupkan selama periode Mei hingga November 2025.
“Baru kami turun tadi pagi. Tindak tegas, saya bilang. Sudah ada tersangka, tapi saya minta bongkar sampai ke akar-akarnya. Ini mengkhianati bangsa yang kita cintai,” kata Amran di Batam, Senin.
“Ini mengkhianati 115 juta petani kita. Tidak boleh. Tidak boleh ada yang bermain-main, apalagi ini sudah ditetapkan Presiden bahwa kita sudah swasembada,” ujar dia.
Hasil penindakan DJBC Kepri tidak hanya mencakup beras, tetapi juga berbagai komoditas pangan lainnya, katanya menjelaskan.
Barang bukti yang kini dititipkan oleh Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kepri di gudang Kanwil DJBC Khusus Kepri antara lain beras, gula, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, cabai kering, hingga kacang tanah.
Ia menyoroti temuan beras yang berasal dari Tanjungpinang. Menurutnya, hal itu menimbulkan kejanggalan karena wilayah tersebut tidak memiliki lahan sawah.
“Yang menarik ini ya, beras ini dari Tanjungpinang. Padahal Tanjungpinang tidak punya sawah. Lalu mau dikirim ke Palembang, sementara Palembang surplus beras 1,1 juta ton,” katanya.
Mentan menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperketat pengawasan dan menindak tegas seluruh pelaku penyelundupan pangan.(ant)