news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Purbaya Murka Soal Beras Ilegal 1.000 Ton: Tangkap, Musnahkan, Pemainnya Dikejar

Menkeu Purbaya merespons tegas soal penyelundupan beras ilegal yang mencuat setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan sekitar 1.000 ton.
Selasa, 20 Januari 2026 - 14:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan sikap keras pemerintah terhadap maraknya impor beras dan pangan ilegal yang kembali terungkap masuk ke Indonesia.

Purbaya mengaku geram lantaran aksi penyelundupan bahan pangan tersebut terus berulang dan berpotensi merusak stabilitas ekonomi nasional.

“Ya (saya minta) tangkap, musnahkan, pemainnya dikejar. Udah, itu saja,” kata Purbaya di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (20/1/2026).

Informasi mengenai penyelundupan beras ilegal kembali mencuat setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan sekitar 1.000 ton beras di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Temuan itu diangkut menggunakan enam kapal dan diduga kuat tidak melalui prosedur karantina maupun kepabeanan yang berlaku.

Purbaya menyebut telah menerima laporan dari Bea Cukai terkait temuan tersebut. Ia memastikan seluruh barang ilegal tidak boleh masuk ke dalam negeri.

Temuan ini disebut janggal. Beras disebut berasal dari Tanjung Pinang—wilayah yang bukan sentra produksi beras—namun akan dikirim ke Palembang, Sumatera Selatan, yang dikenal surplus produksi padi.

“Kami terima kasih kepada penegak hukum yang menindak beras masuk seribu ton totalnya. Ini ditangkap dan kami minta itu ditindak tegas. Pelaku-pelakunya ditindak tegas,” ujar Amran melalui siaran resmi.

“Yang perlu kita dalami adalah sumber berasnya berasal dari Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau yang tidak punya sawah, akan dikirim ke Palembang, Provinsi Sumatera Selatan yang produksinya 3,5 juta ton dan surplusnya 1,1 juta ton. Ini tidak masuk akal,” tegas Amran. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:00
16:47
09:09
04:22
01:14
00:56

Viral