news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Mismatch IHSG dan Nilai Tukar Rupiah, Purbaya: Tanya ke Bank Sentral Apa yang Terjadi

Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya potensi ketidakseimbangan (mismatch) antara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs Rupiah yang melemah.
Selasa, 20 Januari 2026 - 16:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kinerja pasar modal yang mencetak rekor tertinggi di tengah melemahnya Rupiah memunculkan anomali baru di pasar keuangan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui adanya potensi ketidakseimbangan (mismatch) antara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs Rupiah.

“Saya punya, tapi saya enggak boleh ngomong. Anda tanya ke Bank Sentral aja apa yang terjadi,” ujar Purbaya ketika ditanya penyebab mismatch tersebut di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Menurut Purbaya, secara fundamental nilai tukar seharusnya bergerak mengikuti arus modal yang masuk, terutama saat ekonomi domestik menunjukkan perbaikan.

“Tapi pada intinya ekonomi fundamental baik, Rupiah harusnya menjadi menguat. Pelan-pelan akan menguat. Enggak ada alasan Rupiah melemah ketika modal masuk ke sini,” tuturnya.

Kondisi all-time high IHSG menjadi indikasi bahwa investor masih memandang positif prospek ekonomi Indonesia. Namun pelemahan Rupiah masih menjadi pekerjaan rumah otoritas moneter yang memiliki domain penuh atas kebijakan nilai tukar.

Di sisi lain, Purbaya memastikan pelemahan nilai tukar sejauh ini belum menimbulkan tekanan signifikan terhadap subsidi energi. Ia menilai komponen harga minyak menjadi faktor penyeimbang dalam struktur APBN 2026.

“Dolarnya naik berapa sih, enggak jauh beda dengan asumsi APBN kita dan harga minyaknya kan di bawah asumsi APBN. Jadi subsidinya ya gampangnya relatif terkendali selama ini,” ucapnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan siang di area positif pada Selasa (20/1). IHSG menguat 21,534 poin atau 0,24 persen ke posisi 9.155,408.

Berbeda dengan IHSG, indeks LQ45 justru terkoreksi 2,500 poin atau 0,28 persen ke level 890,619. Pada perdagangan sesi I, terdapat 382 saham yang menguat, 287 saham melemah, dan 131 saham tidak bergerak.

Total transaksi saham mencapai 2.336.785 kali dengan volume perdagangan sebesar 46,613 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp16,073 triliun.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada siang hari terpantau melemah 12,00 poin atau 0,07 persen ke level Rp16.967 per dolar AS. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:00
16:47
09:09
04:22
01:14
00:56

Viral