news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS..
Sumber :
  • Antara

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp16.847 per Dolar AS, Sentimen Global Dorong Optimisme Pasar

Rupiah hari ini menguat ke Rp16.847 per dolar AS setelah isyarat Presiden AS tak menyerang Greenland secara militer. Penguatan dinilai masih terbatas.
Jumat, 23 Januari 2026 - 11:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (23/1/2026), seiring membaiknya sentimen global menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menepis kemungkinan penggunaan kekuatan militer terhadap Greenland.

Berdasarkan data pasar, rupiah menguat 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.896 per dolar AS. Penguatan rupiah ini terjadi di tengah pergerakan positif bursa saham global serta penguatan mata uang negara berkembang terhadap dolar AS.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, mengatakan sentimen positif pasar dipicu oleh sikap Trump yang menurunkan tensi geopolitik. Hal ini membuat investor lebih berani masuk ke aset berisiko, termasuk mata uang emerging market seperti rupiah.

“Kelihatan pagi ini indeks saham Asia positif, semalam juga indeks saham Amerika Serikat positif. Beberapa nilai tukar emerging market juga terlihat menguat terhadap dolar Amerika Serikat,” ujar Ariston kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Mengutip Kyodo-OANA, Trump menepis penggunaan kekuatan militer untuk merebut Greenland dalam rangka mengakuisisi wilayah Arktik semi-otonom tersebut. Selain itu, Presiden AS juga mencabut ancaman pengenaan tarif sebesar 10 persen terhadap barang dari delapan negara Eropa mulai Februari, menyusul penolakan negara-negara tersebut atas rencana pengambilalihan Greenland dari Denmark.

Langkah Trump tersebut dinilai memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global, termasuk pasar valuta asing. Rupiah pun mendapat dorongan dari meredanya risiko geopolitik dan membaiknya selera risiko investor terhadap aset emerging market.

Penguatan Rupiah Dinilai Terbatas

Meski menguat, analis menilai pergerakan rupiah masih akan terbatas dalam jangka pendek. Ariston memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.780 hingga Rp16.800 per dolar AS dalam perdagangan hari ini.

“Overall tekanan terhadap rupiah masih besar karena kebijakan moneter Bank Indonesia yang masih tetap longgar, stimulus besar-besaran dari pemerintah ke perekonomian, kemudian situasi bencana yang berpotensi meredam pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Menurut Ariston, kondisi tersebut membuat ruang penguatan rupiah belum terlalu lebar meskipun sentimen global sedang membaik. Investor masih mencermati berbagai faktor domestik, termasuk arah kebijakan moneter Bank Indonesia dan kondisi ekonomi nasional ke depan.

BI Rate Ditahan Dinilai Tepat

Terkait keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75 persen, Ariston menilai langkah tersebut sudah tepat. Menurutnya, menjaga stabilitas rupiah menjadi salah satu prioritas utama bank sentral di tengah tekanan eksternal dan domestik yang masih cukup besar.

“Jika Bank Indonesia memangkas suku bunga lagi atau memberi indikasi pelonggaran terus, mungkin bank sentral Indonesia tidak kuat untuk menahan pelemahan rupiah,” ucapnya.

Dengan mempertahankan BI-Rate, BI dinilai berupaya menjaga keseimbangan antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah ini diharapkan mampu meredam tekanan eksternal, terutama dari pergerakan dolar AS yang masih dipengaruhi arah kebijakan moneter The Federal Reserve.

Sentimen Global Masih Jadi Faktor Utama

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk kebijakan moneter AS, perkembangan geopolitik, serta pergerakan pasar saham internasional. Selain itu, investor juga akan mencermati rilis data ekonomi utama dari dalam negeri yang dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Meski rupiah hari ini menguat, pelaku pasar diimbau tetap waspada terhadap potensi volatilitas, mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Namun, meredanya ketegangan geopolitik dan stabilitas kebijakan moneter domestik menjadi modal positif bagi rupiah untuk menjaga kinerja di pasar valuta asing dalam jangka pendek.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral