- YouTube/Kang Dedi Mulyadi Channel
Ambisi Dedi Mulyadi ke BJB hingga Mematok Target Laba Tinggi, KDM Soroti Investasi Jumbo di Jabar
Ia juga mematok agar BJB mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun pada tahun 2026.
Target ini disebut menjadi salah satu indikator utama bagi Pelaksana Tugas Direktur Utama BJB Ayi Subarna untuk ditetapkan sebagai direktur utama definitif.
"Sudah tidak bisa ditawar lagi, angka keuntungan harus mencapai Rp2,2 triliun, jika ingin menjadi dirut," katanya.
Target laba tersebut, kata Dedi, ditetapkan untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan capaian tersebut, BJB diproyeksikan mampu menyetorkan dividen hingga Rp400 miliar ke kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Target itu dinilai realistis oleh otoritas pengawas perbankan. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Darwisman menyatakan, untuk mencapai setoran dividen Rp400 miliar, BJB memang perlu mencatatkan laba bersih di atas Rp2,2 triliun.
Darwisman optimistis target tersebut dapat diraih dengan mempertimbangkan kinerja BJB pada 2023 yang sempat membukukan laba sebesar Rp1,8 triliun.
"Jika kredit dapat tumbuh hingga 12 persen dan mampu melakukan efisiensi hingga Rp1,4 triliun, maka laba BJB diprediksi dapat mencapai Rp2,58 triliun," ujar dia.
Ia menekankan pentingnya efisiensi yang konsisten serta pengawasan ketat guna mencegah praktik kecurangan dalam pengelolaan perbankan.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Dedi memastikan BJB tidak berjalan sendiri.
Ia menyatakan akan membuka akses langsung BJB ke ekosistem investasi Jawa Barat yang pada 2025 mencapai Rp298,6 triliun, serta proyek infrastruktur tahun 2026 dengan nilai lebih dari Rp7 triliun. (ant/rpi)