news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

DBH Dipangkas Tajam Hingga 70 Persen, Menkeu Purbaya: Daerah Banyak Dana Nganggur.
Sumber :
  • tvOnenews - Abdul Gani Siregar

Rupiah Menguat, Purbaya Bantah Efek Thomas Jadi Deputi BI: Pasar Percaya Arah Bank Sentral

Menurutnya, pergerakan positif pasar mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap langkah dan strategi Bank Sentral secara keseluruhan.
Selasa, 27 Januari 2026 - 11:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan penguatan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak semata-mata dipicu oleh terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Menurutnya, pergerakan positif pasar mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap langkah dan strategi Bank Sentral secara keseluruhan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai memberikan sambutan di Tirto Indonesia Fiskal Forum, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026), merespons pertanyaan soal korelasi penguatan rupiah dengan keputusan Komisi XI DPR RI yang menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.

“Bukan karena Pak Thomas saja, memang langkah Bank Sentral sudah lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikir,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan, pemerintah sepenuhnya menyerahkan stabilisasi nilai tukar kepada Bank Indonesia dan menaruh kepercayaan penuh terhadap otoritas moneter tersebut. Hasilnya, menurut Purbaya, mulai terlihat dalam waktu relatif singkat.

“Kan itu kita serahkan semuanya ke Bank Sentral untuk mengandalkan nilai itu, dan kita percaya mereka mampu dan dalam waktu sebentar saja sudah menguatkan,” lanjutnya.

Purbaya juga menyoroti faktor eksternal global yang dinilainya ikut mendukung penguatan rupiah. Ia menyebut kecenderungan pelemahan dolar AS di pasar global, serta penguatan yen Jepang, sebagai kombinasi yang biasanya memberi dampak jangka menengah hingga panjang terhadap pergerakan nilai tukar berbagai mata uang.

“Apalagi kalau saya lihat si dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan itu biasanya berpengaruh, konsertif efort seperti itu biasanya berpengaruh ke nilai tukar dolar, ke mata uang yang lain dalam jangka waktu yang cukup panjang,” jelasnya.

Dengan kombinasi kebijakan moneter yang tepat dan membaca momentum global, Purbaya menilai ruang penguatan rupiah ke depan masih sangat terbuka.

“Jadi kalau kita pintar-pintar dikit harusnya rupiah gampang sekali diperkuat lebih jauh lagi dari level yang sekarang,” katanya.

Lebih jauh, Purbaya menegaskan peran Kementerian Keuangan berada pada penguatan fondasi ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa stabilitas nilai tukar akan mengikuti perbaikan fundamental, terutama ketika investor melihat keseriusan pemerintah dalam menjalankan program ekonomi.

“Kalau saya di keuangan ya kewajiban saya hanya memastikan bahwa program-program ekonominya berjalan dengan baik, fondasi akan membaik terus ke depan dan investor melihat itu dan mereka masuk ke sini sehingga Rupiah ikut menguat dengan signifikan,” ujarnya.

“Saya pikir arahnya ke sana, karena perbaikan ekonomi kita bukan cuma lihat dengan kertas, kita akan betul-betul perbaiki,” sambung Purbaya.

Sebagai catatan, berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan Selasa (27/1/2026) dengan menguat 0,06 persen ke level Rp16.760 per US$. Penguatan ini melanjutkan tren positif sehari sebelumnya, ketika rupiah ditutup menguat 0,24 persen di posisi Rp16.770 per US$ pada Senin (26/1/2026).

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI melalui rapat internal telah menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026. Keputusan tersebut menjadi salah satu perhatian pelaku pasar di tengah penguatan aset keuangan domestik. (agr)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:44
03:26
01:32
06:03
01:24
05:06

Viral