- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Purbaya Pede Ekonomi Melaju, Klaim Sinkronisasi Fiskal-Moneter Bawa Peluang Emas di Pasar Saham
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi solid dan terus menguat, meski pasar saham tengah mengalami tekanan.
Keyakinan tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri pelantikan delapan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Purbaya menilai penguatan ekonomi nasional saat ini ditopang oleh semakin eratnya koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI), terutama dalam penyelarasan kebijakan moneter, fiskal, dan investasi.
“Oh bagus, karena gini, saya dengan BI sudah lebih sinkron sekarang kebanyakannya. Moneter, fiskal, dan investasi kan diperbaiki terus,” ujarnya.
Dari sisi moneter, Purbaya menyebut kondisi likuiditas berada pada jalur yang sehat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan uang beredar sempit atau base money (M0) yang sesuai dengan target pemerintah, sehingga menopang stabilitas ekonomi ke depan.
“Uangnya sudah tumbuh sesuai dengan harapan kita, M0-nya, base money-nya. Jadi seharusnya kita tidak akan tumbuh double digit dalam waktu tidak terlalu lama,” katanya.
Sementara itu, pada sektor fiskal, pemerintah berfokus meningkatkan kualitas penerimaan negara tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan tarif pajak maupun cukai. Purbaya menegaskan, optimalisasi akan dilakukan melalui perbaikan sistem dan mekanisme pemungutan.
“Saya akan perbaiki cara kita mengumpulkan pajak dan cukai, sehingga hasilnya akan lebih optimal tanpa menaikkan tarif pajak atau cukai,” tegasnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong percepatan dan ketepatan belanja negara agar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi secara maksimal.
“Terus nanti kita akan dorong semua kementerian lembaga untuk belanja tepat waktu, tepat sasaran,” ujar Purbaya.
Dari sisi investasi, Purbaya mengungkapkan pemerintah terus membenahi hambatan struktural melalui mekanisme debottlenecking. Upaya ini dinilai krusial untuk meningkatkan kepercayaan investor dan mempercepat realisasi investasi.
“Kita perbaiki juga dari sidang-sidang debottlenecking. Baru dua kali sidang, baru empat kasus, dan ke depan akan ada kasus-kasus besar yang masuk,” ungkapnya.
Menurut Purbaya, langkah tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki iklim usaha dan kemudahan berinvestasi di Tanah Air.
“Ini akan bisa menunjukkan bahwa Indonesia serius memperbaiki kemudahan investasi,” katanya.
Dengan fondasi kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai semakin kokoh, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini mampu menembus angka 6 persen.
“Jadi fiskal dan moneter aja 6 persen tahun ini bisa. Tambah yang lain lebih cepat lagi,” ujarnya.
Menanggapi pelemahan pasar saham yang terjadi belakangan, Purbaya menilai kondisi tersebut bersifat sementara dan justru membuka peluang bagi investor untuk masuk ke pasar.
“Kalau bursa jatuh gara-gara itu, dan kita tahu itu akan diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sebelum bulan Mei, harusnya sekarang it’s a good time to buy,” pungkasnya. (agr/rpi)