news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi harga emas Antam hari ini.
Sumber :
  • ANTARA

Harga Emas dan Perak Pecah Rekor Dunia, Analis Waspadai Pasar Makin Tak Rasional

Harga emas dan perak tembus rekor global. Analis menilai reli dipicu likuiditas dan spekulasi, bukan semata fundamental pasar logam mulia.
Jumat, 30 Januari 2026 - 07:04 WIB
Reporter:
Editor :

“Saya akan menyebut pasar logam mulia saat ini sebagai pasar yang kacau, mengingat volatilitasnya belum pernah terjadi sebelumnya,” kata analis MKS PAMP, Nicky Shiels.

Pandangan senada disampaikan CEO Galena Asset Management, Maximilian Tomei. Ia menilai reli emas dan perak saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi riil.

“Pergerakan harga lebih banyak didorong oleh pelemahan mata uang, bukan semata karena permintaan logam. Fundamental saja tidak cukup menjelaskan kenaikan harga hingga ratusan persen,” ujarnya.

Tomei juga menyoroti kelebihan likuiditas global sebagai faktor utama. Ketika valuasi saham dan obligasi dinilai terlalu mahal, sebagian investor memilih memarkir dana di emas dan perak sebagai aset aman sementara, bukan karena perubahan signifikan dalam pasokan maupun permintaan fisik.

Sementara itu, analis Marex, Guy Wolf, menilai pasar perak dan platinum yang relatif lebih kecil membuat kedua logam tersebut lebih rentan terhadap arus masuk modal spekulatif. Dengan kapasitas produksi yang terbatas, pasokan fisik sulit mengejar lonjakan permintaan, sehingga harga mudah terdorong jauh dari nilai wajarnya dan berisiko terkoreksi tajam ketika likuiditas mulai menyusut.

Meski demikian, tidak semua analis menilai kondisi pasar logam mulia saat ini sepenuhnya tidak sehat. Gautam Varma dari V2 Ventures menilai reli harga mencerminkan besarnya modal spekulatif yang masuk ke sektor komoditas.

“Modal tersebut mungkin hadir karena alasan di luar permintaan dan penawaran fundamental, namun tetap mencerminkan perubahan preferensi investor global terhadap aset lindung nilai,” katanya.

Ke depan, pergerakan harga emas dan perak diperkirakan tetap volatil. Selama ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan moneter, dan fluktuasi mata uang global belum mereda, logam mulia masih berpotensi menjadi magnet bagi arus dana spekulatif. Namun, sejumlah analis mengingatkan bahwa reli yang terlalu cepat tanpa dukungan fundamental kuat meningkatkan risiko koreksi tajam dalam jangka menengah. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

19:29
08:55
11:03
01:12
01:35
02:28

Viral