- IST
Gandeng Rutan Kebumen, Begini Cara UMKM Pertapreneur Agregator Pertamina Berdayakan Warga Binaan
Hasil pelatihan awal menunjukkan kemajuan signifikan. Warga binaan telah mampu menghasilkan serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus membaik. Target produksi ditetapkan sekitar tiga ton per bulan. Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar perusahaan, sementara sisanya masih dalam proses penyempurnaan teknik produksi.
Dalam pendampingan, tim Agrominafiber memberikan bimbingan langsung mencakup teknik pengolahan, peningkatan kualitas dan kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku dengan prinsip zero waste.
Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina, Bima, menilai kolaborasi antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi dan kepastian pasokan bahan baku.
“Kolaborasi ini sangat potensial. Selain memperkuat pasokan bahan baku, hasilnya juga bisa terlihat relatif cepat. Fokus pendampingan ke depan adalah pada kualitas dan ketepatan waktu produksi,” jelas Bima.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan program ini merupakan hasil sinergi Rutan Kebumen dan PT Agrominafiber Java Indonesia dalam kerangka Program Pertapreneur Aggregator. Kerja sama difokuskan pada pemberdayaan warga binaan melalui pengolahan pelepah pisang menjadi serat alami ramah lingkungan yang memiliki nilai jual dan peluang pasar global.
“Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang tidak hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan,” jelas Baron. (rpi)