news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kiri) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan) menyampaikan keterangan pers, Jumat (30/1)..
Sumber :
  • Antara

Analis: Ramainya Pengunduran Diri Tokoh Pasar Modal Dinilai Wajar dalam Dinamika Pasar

Analis menilai mundurnya sejumlah aktor pasar modal sebagai dinamika wajar untuk menjaga integritas dan kredibilitas kepemimpinan sektor keuangan nasional.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:30 WIB
Reporter:
Editor :

Harapan kebijakan pro-market dipercepat

Lebih lanjut, Nafan berharap pimpinan baru di BEI maupun jajaran OJK dapat segera merealisasikan kebijakan yang pro-market. Salah satu agenda yang dinilai penting adalah komitmen untuk menaikkan batas minimal saham publik atau free float menjadi 15 persen.

Selain itu, agenda demutualisasi bursa juga diharapkan dapat dipercepat dan ditargetkan rampung pada kuartal I 2026. Menurut Nafan, langkah tersebut berpotensi meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan bursa, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Ia menilai, realisasi kebijakan-kebijakan tersebut dapat mencegah penerapan interim freeze oleh MSCI terhadap indeks saham Indonesia serta menjaga posisi pasar modal Tanah Air tetap berada dalam kategori MSCI Emerging Market, sesuai dengan ekspektasi investor global.

Rangkaian pengunduran diri aktor pasar modal

Diketahui sebelumnya, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat pagi (30/1) sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Jumat malam, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar juga mengumumkan pengunduran diri bersama dua petinggi bidang pasar modal lainnya, yakni Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara.

Tak lama setelah itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara turut menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya. Rentetan mundurnya para aktor pasar modal tersebut semakin memperkuat sorotan publik terhadap stabilitas dan tata kelola sektor keuangan nasional.

Analis: Momentum perkuat tata kelola pasar modal

Meski demikian, Nafan menilai kondisi ini justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia. Dengan proses seleksi yang tepat dan cepat, kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa kebijakan yang lebih adaptif, transparan, dan pro-pertumbuhan.

Menurutnya, kejelasan arah kebijakan dan kepemimpinan yang solid akan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, di tengah dinamika pasar global yang penuh tantangan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:20
02:24
03:50
01:11
01:32
00:45

Viral