- Tim Humas Prabowo
Janji Pemerintah soal Subsidi Lebaran 2026, Tiket Kereta Diskon 30 Persen, Pesawat Diskon 18 Persen
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah resmi menyiapkan “operasi mudik murah” nasional menjelang Idulfitri 2026. Tarif hampir seluruh moda transportasi publik dipangkas besar-besaran, mulai kereta api, kapal laut, penyeberangan, hingga pesawat, sebagai bagian dari stimulus ekonomi sekaligus pengaturan arus mobilitas masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan kebijakan ini dirancang untuk membantu masyarakat pulang kampung sekaligus menggerakkan konsumsi domestik saat periode Lebaran.
“Kami targetkan diskon 30 persen ini diperuntukkan bagi 1,2 juta penumpang,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Potongan harga terbesar diberikan pada moda kereta api. Melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI), pemerintah memberikan diskon 30 persen dari harga tiket normal untuk perjalanan 14–29 Maret 2026.
Sementara itu sektor penerbangan domestik juga ikut disentuh. Tiket pesawat kelas ekonomi dipangkas sekitar 7–18 persen pada periode yang sama dengan target menjangkau jutaan penumpang.
Diskon tiket pesawat tersebut ditargetkan menjangkau 3,3 juta penumpang.
Kebijakan serupa berlaku di transportasi laut. Tarif perjalanan kapal PT Pelni didiskon 30 persen untuk perjalanan 11 Maret hingga 5 April. Tak hanya itu, pemerintah juga menghapus biaya jasa ke pelabuhan untuk penyeberangan kapal feri.
“Adapun target diskon ini diperuntukkan bagi 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang,” tuturnya.
Program stimulus transportasi ini didukung anggaran negara cukup besar, yakni Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN. Pemerintah berharap masyarakat segera merencanakan perjalanan mudik lebih awal agar arus pergerakan lebih merata.
“Dengan demikian, diharapkan masyarakat sudah bisa mulai untuk memesan tiket untuk merecanakan pada hari lebaran nanti,” pungkas dia.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah tidak hanya mengincar kelancaran mudik, tetapi juga perputaran ekonomi daerah selama periode Lebaran 2026 melalui peningkatan mobilitas masyarakat secara nasional. (agr/rpi)