- ANTARA
Lompatan Bisnis Perusahaan Petrokimia Indonesia di Singapura, Pengamat Sebut Langkah Chandra Asri Dukung Hilirisasi Nasional
Jakarta, tvOnenews.com -Strategi ekspansi regional yang dijalankan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) disebut sejumlah analis menjadi langkah penting dalam memperkuat industri petrokimia nasional. Melalui Aster Chemicals and Energy Pte Ltd, entitas Chandra Asri Group yang mengelola aset energi dan kimia merambah pasar di Singapura.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer dalam pernyataan di Jakarta, Rabu menilai ekspansi Chandra Asri merupakan strategi yang tidak hanya memperkuat posisi regional perusahaan, tetapi juga mendukung penguatan industri dalam negeri.
Melalui entitas ini, kata dia perusahaan memperoleh akses pada pasar energi dan kimia yang lebih matang dan stabil, mencakup pengelolaan kilang, ethylene cracker, aset kimia hilir, hingga jaringan ritel bahan bakar.
Langkah ini turut memperluas basis usaha di Asia Tenggara sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu segmen bisnis.
“Bisa dibilang menunjukkan keseriusan Chandra Asri Group memperkuat posisi regional sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional, yang ke depannya bisa mengurangi ketergantungan impor dan memberi efek berganda bagi industri dalam negeri,” kata Mifta.
Keberadaan aset regional tersebut dinilai mempertegas peran Indonesia dalam rantai pasok dan rantai nilai industri kawasan. Melalui jaringan operasional yang semakin luas, perusahaan dapat menyinergikan produksi dalam negeri dengan akses pasar regional.
Pendapatan dari aset regional kemudian katanya bisa dialokasikan kembali untuk mendukung investasi dan pengembangan usaha di Indonesia.
Pendekatan ini lanjut dia, dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong perusahaan domestik tumbuh berskala regional agar lebih adaptif terhadap dinamika global, sekaligus memperkuat struktur permodalan dan kapasitas produksi industri nasional.
Senada dengan itu, Analis Pasar Modal Stocknow, Hendra Wardana, menyebut akuisisi aset energi di Singapura memberikan nilai strategis bagi perusahaan dalam mengelola risiko pasar energi.
“Akuisisi aset energi di Singapura memberi TPIA eksposur pada pasar yang lebih matang dan stabil, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko volatilitas harga energi,” tuturnya.
Ia menambahkan, diversifikasi geografis juga penting untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah fluktuasi siklus industri petrokimia.
Selain ekspansi regional, implementasi strategi perusahaan juga tercermin melalui realisasi investasi di dalam negeri, salah satunya pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon.
Proyek ini diproyeksikan membuka peluang kerja sekitar 3.000 tenaga kerja selama masa konstruksi dan sekitar 250 pekerja saat pabrik beroperasi.
Fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas produksi 400.000 ton per tahun soda kaustik padat atau 827.000 ton dalam bentuk likuid, serta 500.000 ton per tahun Ethylene Dichloride.
Kehadiran pabrik ini mampu menekan ketergantungan impor produk chlor alkali hingga Rp4,9 triliun per tahun, sementara seluruh produksi EDC akan diekspor dan berpotensi menambah devisa negara hingga Rp5 triliun per tahun.(ant)