- tvOnenews.com/Rilo Pambudi
Negosiasi Penentuan Nasib Pasar Modal RI Masuk Babak Akhir, BEI Kebit Finalisasi Aturan Kunci Demi Restu MSCI–FTSE
Free float yang memadai menjadi indikator penting dalam metodologi penilaian indeks global karena mencerminkan keterbukaan pasar dan kemudahan akses bagi investor institusi internasional.
Daftar Konsentrasi Pemegang Saham Segera Diluncurkan
Selain transparansi dan likuiditas, BEI juga tengah menyiapkan shareholders concentration list, yakni daftar saham dengan tingkat kepemilikan yang sangat terkonsentrasi.
Daftar ini disusun untuk memberikan sinyal kepada pasar mengenai emiten yang memiliki dominasi kepemilikan tinggi sehingga berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan.
Menurut Jeffrey, penyusunan metodologi dan standard operating procedure (SOP) telah memasuki tahap akhir. Nantinya, daftar tersebut akan ditetapkan oleh komite lintas divisi dan lintas SRO guna memastikan objektivitas serta akuntabilitas proses.
“Kami memastikan prosesnya dilakukan secara proper dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Upaya Strategis Naik Kelas di Mata Investor Global
Langkah-langkah reformasi ini merupakan bagian dari agenda besar untuk meningkatkan persepsi internasional terhadap pasar modal Indonesia. Evaluasi dari MSCI dan FTSE Russell selama ini banyak menyoroti aspek keterbukaan informasi, struktur kepemilikan, serta likuiditas perdagangan.
Dengan membenahi tiga aspek utama—transparansi pemegang saham, granularitas data investor, dan peningkatan free float—Indonesia berupaya memperkuat fondasi agar lebih kompetitif dibanding pasar negara berkembang lainnya.
Kehadiran aturan baru juga diharapkan mampu memperluas basis investor global, meningkatkan aliran dana asing (capital inflow), serta memperdalam struktur pasar domestik.
Momentum Penting bagi Kredibilitas Pasar Modal RI
Finalisasi berbagai kebijakan ini menjadi momentum penting karena akan menentukan bagaimana pasar modal Indonesia dipersepsikan dalam sistem investasi global. Status dalam indeks internasional sangat berpengaruh terhadap keputusan investasi manajer aset dunia, termasuk alokasi dana pasif berbasis indeks (passive funds).
Jika reformasi berjalan sesuai rencana, Indonesia berpotensi memperoleh peningkatan kepercayaan investor sekaligus memperkuat stabilitas jangka panjang pasar saham nasional.
BEI memastikan seluruh proses reformasi dilakukan secara bertahap namun terukur, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan regulator, emiten, dan investor.
Negosiasi yang kini memasuki babak akhir tersebut menjadi sinyal bahwa transformasi struktural pasar modal Indonesia tidak lagi sebatas wacana, melainkan telah bergerak menuju implementasi konkret yang dinantikan pelaku pasar global. (nsp)