news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi bitcoin..
Sumber :
  • tvOnenews

BTC Tertekan Tajam, Harga Bitcoin Anjlok dan Minat Investor Melemah di Tengah Perubahan Arah Pasar Kripto

Harga BTC kembali tertekan, Bitcoin turun tajam sepanjang 2026. Investor mulai bergeser ke aset lain, memicu pertanyaan baru soal masa depan BTC.
Senin, 23 Februari 2026 - 11:29 WIB
Reporter:
Editor :

BTC Kehilangan Narasi Penggerak Harga

Menariknya, tekanan terhadap BTC terjadi bukan karena kurangnya dukungan regulasi. Pemerintah Amerika Serikat justru dinilai semakin terbuka terhadap industri kripto. Adopsi institusional terhadap BTC juga meningkat, dengan keterlibatan lembaga keuangan besar yang semakin luas.

BTC seolah telah mendapatkan legitimasi yang selama ini diperjuangkan, tetapi legitimasi tersebut belum mampu menopang harga BTC di pasar.

Owen Lamont dari Acadian Asset Management menilai narasi utama BTC selama ini bertumpu pada ekspektasi kenaikan harga.

“Kisah utama BTC selama ini adalah harganya terus naik. Sekarang narasi itu tidak lagi ada,” ujarnya.

Menurutnya, ketika cerita tentang BTC berubah dari “harga naik” menjadi “harga turun”, daya tarik psikologis BTC bagi investor otomatis melemah.

Berbeda dengan saham atau komoditas yang memiliki indikator fundamental seperti laba, produksi, atau arus kas, nilai BTC sangat bergantung pada kepercayaan pasar dan arus investor baru. Ketika narasi tersebut memudar, harga BTC menjadi lebih rentan terhadap tekanan.

Pergeseran Minat Investor dari BTC ke Instrumen Lain

Tekanan terhadap BTC juga dipicu perubahan preferensi investor global. Banyak trader ritel yang masuk saat reli sebelumnya kini berada dalam posisi merugi, sehingga mengurangi eksposur mereka terhadap BTC.

Selain itu, munculnya berbagai instrumen spekulatif baru ikut mengalihkan perhatian pasar. Produk berbasis prediksi, derivatif komoditas, hingga instrumen alternatif dinilai menawarkan peluang yang lebih mudah dipahami dibandingkan BTC.

Noelle Acheson mengatakan bahwa ketika BTC diposisikan sebagai aset makro, maka BTC harus bersaing langsung dengan berbagai instrumen investasi lain yang memiliki narasi lebih sederhana.

Menurutnya, investor institusi kini membandingkan BTC dengan banyak alternatif yang lebih mudah dijelaskan kepada klien maupun pemegang kepentingan.

Kondisi ini membuat BTC tidak lagi berdiri sendiri sebagai aset unik, melainkan harus bertarung di arena yang jauh lebih kompetitif.

Pertanyaan Besar tentang Masa Depan BTC

Situasi saat ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai fungsi utama BTC ke depan. Jika BTC bukan lagi dianggap sebagai lindung nilai terbaik, bukan alat pembayaran paling efisien, dan bukan instrumen spekulasi paling menarik, maka posisi BTC dalam ekosistem keuangan global sedang diuji ulang.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral