- Istimewa
Gedung Ikonik One Raffles Place Punya Bos Lippo di Singapura Masuk Radar Penjualan
Jakarta, tvOnenews.com - Rencana strategis tengah disiapkan taipan properti Indonesia, Mochtar Riady, yang dikabarkan akan melepas salah satu aset paling prestisius di kawasan pusat bisnis Singapura, One Raffles Place. Gedung pencakar langit yang menjadi ikon Central Business District (CBD) itu kini sedang dalam tahap penjajakan pasar untuk kemungkinan divestasi.
Langkah ini diusulkan oleh pemilik gedung, yakni OUE REIT bersama United Overseas Bank, sebagai bagian dari evaluasi portofolio dan optimalisasi nilai investasi. Informasi awal mengenai rencana tersebut pertama kali dilaporkan oleh The Business Times, lalu menjadi perhatian pelaku pasar properti regional.
Nilai keseluruhan properti diperkirakan mencapai 2,4 miliar dolar Singapura atau setara sekitar Rp31,8 triliun. Angka tersebut mencerminkan tingginya valuasi aset premium di jantung distrik keuangan Singapura, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pasar properti paling stabil di Asia.
Aset Strategis Keluarga Riady
OUE REIT merupakan bagian dari jaringan properti OUE Ltd, perusahaan milik keluarga Riady yang memiliki portofolio properti komersial di berbagai negara. Unit manajemen properti ini dijalankan oleh Stephen Riady, putra Mochtar Riady, yang selama ini mengelola ekspansi dan strategi investasi grup di sektor real estat.
Secara efektif, OUE REIT menguasai sekitar 68 persen kepemilikan One Raffles Place dengan nilai tercatat sekitar 1,9 miliar dolar Singapura per akhir Desember 2025. Kepemilikan mayoritas ini menjadikan keluarga Riady sebagai pemain kunci dalam pengambilan keputusan atas masa depan gedung tersebut.
Manajemen REIT menyatakan bahwa proses yang berjalan saat ini masih berupa survei pasar guna mengukur minat investor. Artinya, belum ada kepastian bahwa transaksi penjualan akan benar-benar terjadi.
“Manajer akan menentukan langkah selanjutnya dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dan kepentingan terbaik seluruh pemegang unit,” demikian pernyataan resmi manajemen.
Ikon Finansial dengan Nilai Historis dan Komersial
One Raffles Place bukan sekadar gedung perkantoran biasa. Kompleks ini terdiri atas menara utama setinggi 62 lantai, satu blok tambahan 38 lantai, serta podium ritel enam lantai. Total luas area sewa melampaui 65.000 meter persegi, menjadikannya salah satu pusat aktivitas bisnis dan komersial paling sibuk di kawasan CBD.
Lokasinya yang strategis—di tengah ekosistem perbankan global, firma hukum internasional, dan perusahaan multinasional—membuat tingkat okupansi gedung ini secara historis tergolong tinggi dan stabil.
Untuk menangani potensi transaksi, pemilik menunjuk dua konsultan properti global, yakni CBRE dan JLL, guna menjalankan proses pemasaran dan penjajakan investor.
Momentum Pasar Properti yang Sedang Menguat
Rencana divestasi muncul di tengah momentum positif pasar properti komersial Singapura. Data industri menunjukkan bahwa volume investasi di sektor hotel, perkantoran, dan ritel meningkat sekitar 18 persen sepanjang 2025 menjadi 33,9 miliar dolar Singapura. Angka tersebut merupakan capaian tertinggi dalam delapan tahun terakhir.
Kenaikan ini dipicu oleh tren suku bunga yang lebih rendah serta meningkatnya arus modal global yang mencari aset stabil di kawasan Asia Pasifik. Singapura dinilai sebagai salah satu “safe haven” atau tujuan investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Analis dari RHB Bank, Vijay Natarajan, menilai permintaan terhadap aset CBD kelas A masih sangat kuat, terutama karena terbatasnya pasokan gedung baru di lokasi premium.
“Ada permintaan signifikan dari investor institusional terhadap aset berkualitas tinggi di pusat kota, sementara suplai baru sangat terbatas,” ujarnya.
Strategi Rebalancing Portofolio
Langkah menjajaki penjualan One Raffles Place juga dibaca sebagai bagian dari strategi rebalancing atau penataan ulang portofolio keluarga Riady. Dalam siklus bisnis properti, divestasi aset matang dengan valuasi tinggi merupakan praktik umum untuk membuka ruang investasi baru yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih besar.
Dengan nilai yang sudah optimal dan pasar yang sedang kuat, pelepasan aset justru bisa menjadi momentum monetisasi yang menguntungkan. Dana hasil penjualan nantinya berpotensi dialihkan ke proyek baru, penguatan likuiditas, atau ekspansi ke sektor yang memiliki pertumbuhan lebih agresif.
Bagi investor global, peluang akuisisi One Raffles Place juga menjadi kesempatan langka untuk memiliki properti ikonik di salah satu distrik finansial paling prestisius di dunia.
Belum Final, Pasar Masih Menunggu
Meski kabar penjualan menarik perhatian luas, manajemen menegaskan belum ada kesepakatan mengikat maupun jaminan bahwa transaksi akan terealisasi. Seluruh proses masih berada pada tahap evaluasi dan pengumpulan minat pasar.
Keputusan akhir akan sangat bergantung pada respons investor, kondisi pasar keuangan, serta strategi jangka panjang grup OUE dan keluarga Riady.
Jika transaksi benar terjadi, penjualan ini berpotensi menjadi salah satu deal properti terbesar di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir—sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan investasi internasional keluarga Riady. (nsp)