news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kantor Pusat BRI di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat..
Sumber :
  • BRI

BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun di 2025, KUR dan Transformasi Digital Jadi Motor Kinerja Solid

Kinerja apik BRI sepanjang 2025 ditopang oleh struktur pendanaan yang solid, terjaganya pertumbuhan kredit, serta perbaikan kualitas aset secara konsisten.
Kamis, 26 Februari 2026 - 19:37 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif. Di tengah perlambatan ekonomi global, emiten perbankan pelat merah dengan kode saham BBRI ini masih berhasil mencatatkan laba sebesar Rp57,132 triliun.

Kinerja apik itu ditopang oleh struktur pendanaan yang solid, terjaganya pertumbuhan kredit, serta perbaikan kualitas aset secara konsisten.

Capaian itu seakan menegaskan peran BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif dan penguatan sektor ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta, Kamis (26/2/2026). Acara ini turut dihadiri Direktur Treasury & International Banking Farida Thamrin, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, dan Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto.

Dalam paparannya, Hery menyebut perekonomian domestik tetap tangguh di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sekitar 5,1 persen dan diperkirakan meningkat menjadi 5,2 persen pada 2026, didukung permintaan domestik yang kuat.

Inflasi juga terkendali di kisaran target Bank Indonesia sekitar 2,9 persen dan diproyeksikan stabil pada 2026. Kondisi ini menjaga daya beli masyarakat sekaligus membuka ruang kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

“Secara keseluruhan, kombinasi inflasi yang terjaga, kebijakan moneter yang lebih longgar, dan ketahanan konsumsi domestik memberikan fondasi yang cukup kuat bagi ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Hery.

Ia menambahkan, stabilitas makroekonomi dan performa perbankan yang positif menjadi landasan penting bagi pertumbuhan berkelanjutan.

Pertumbuhan dana pihak ketiga yang kuat, kualitas aset yang sehat, likuiditas memadai, rasio kredit bermasalah terjaga di level 2,05 persen, serta profitabilitas stabil memberi ruang bagi industri perbankan untuk berekspansi pada 2026.

Dengan fondasi tersebut, BRI sebagai bank yang fokus pada ekonomi kerakyatan mengambil peran strategis dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama pembiayaan sektor produktif.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp80,09 triliun atau 44,97 persen dari total penyaluran KUR BRI.

Selain UMKM, BRI juga memperluas akses pembiayaan perumahan melalui partisipasi dalam Program 3 Juta Rumah. Hingga akhir Desember 2025, BRI telah menyalurkan KPR Subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia. Pada 2026, perseroan menargetkan penyaluran pembiayaan FLPP sebanyak 60.000 unit rumah subsidi.

BRI juga terlibat aktif dalam berbagai program strategis pemerintah lainnya, seperti dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta penyaluran bantuan sosial non-tunai meliputi PKH, Sembako, Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra. Beragam inisiatif ini menegaskan posisi BRI sebagai mitra utama pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat perlindungan sosial.

Di tengah komitmen tersebut, BRI terus melanjutkan transformasi terintegrasi melalui BRIVolution Reignite. Transformasi yang diluncurkan pada April 2025 ini menjadi respons atas persaingan industri yang semakin ketat dan perubahan yang cepat, guna memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Program transformasi ini bertumpu pada dua pilar utama, yakni Transform the Funding Franchise serta Revamp Existing Core and Build New Core, yang diperkuat enam enabler utama.

Pada pilar Transform the Funding Franchise, BRI fokus memperkuat struktur pendanaan agar lebih efisien, stabil, dan berbasis dana murah. Strategi ini dijalankan melalui penguatan dana murah atau CASA serta peningkatan kapabilitas transaction banking.

Untuk mendorong pertumbuhan CASA, BRI mengoptimalkan kanal digital seperti BRImo, BRILink, dan QRIS, sekaligus meningkatkan penetrasi di business cluster. Akuisisi dan retensi nasabah diperkuat melalui kolaborasi lintas unit dan cross-selling produk yang didukung peningkatan kapasitas Relationship Manager. 

Langkah ini diarahkan untuk menekan cost of fund dan menjaga stabilitas likuiditas jangka panjang. Di segmen ritel, penguatan difokuskan pada pengembangan SuperApp BRImo dan ekosistem pembayaran. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:46
01:34
07:27
02:53
00:44
06:12

Viral