news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia..
Sumber :
  • tvonenews.com/Abdul Gani Siregar

Bahlil Ungkap Rencana Baru Cadangan Energi RI: Storage Raksasa Dipindah dari Pulau Nipah ke Sumatera

Bahlil mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan energi skala besar yang sebelumnya dirancang berdiri di Pulau Nipah, Batam, Kepulauan Riau, kini dipastikan batal.
Kamis, 5 Maret 2026 - 20:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah mematangkan strategi besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan menambah kapasitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) dan energi lainnya. Langkah ini dinilai mendesak mengingat cadangan energi Indonesia saat ini masih sangat terbatas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan energi skala besar atau storage yang sebelumnya dirancang berdiri di Pulau Nipah, Batam, Kepulauan Riau, kini dipastikan batal. Pemerintah memutuskan mencari lokasi baru yang dinilai lebih memadai untuk menampung cadangan energi nasional.

Menurut Bahlil, lokasi alternatif yang tengah dipertimbangkan berada di wilayah Pulau Sumatera. Keputusan memindahkan rencana pembangunan tersebut diambil setelah mempertimbangkan luas lahan yang tersedia di Pulau Nipah dinilai tidak cukup untuk kebutuhan proyek strategis tersebut.

“Storage akan ada di daerah Sumatra, tapi Pulau Nipah kemungkinan kecil tidak. Kemungkinan besar tidak, karena arealnya yang tidak terlalu besar. Sementara kan kita butuhkan area yang cukup besar,” beber Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Pembangunan fasilitas penyimpanan energi ini menjadi agenda penting pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Saat ini kapasitas penyimpanan minyak mentah Indonesia masih sangat terbatas, hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional dalam rentang waktu sekitar tiga pekan.

Bahlil sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan storage merupakan kebutuhan strategis bagi Indonesia, terutama untuk mengantisipasi gejolak pasokan energi global yang semakin tidak menentu.

Rencana pembangunan fasilitas tersebut bahkan telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah juga mengklaim proyek ini telah menarik minat investor yang siap berpartisipasi dalam pembangunannya.

“Ya investasinya sudah ada, investornya sudah ada,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3/2026) kemarin.

Meski demikian, Bahlil belum mengungkap secara rinci identitas investor yang akan terlibat dalam proyek strategis tersebut. Ia hanya memastikan skema investasi yang digunakan akan memadukan sumber pendanaan dari dalam negeri dan luar negeri.

"Enggak, investasinya bisa di blending antara dalam negeri dan dari luar, tapi bukan dari AS,” katanya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:07
01:05
06:20
04:24
03:25
06:09

Viral