- Istimewa
Melestarikan Batik Tulis dan Tenun Badui, "Pekatan Batik" Terus Berkembang Menghidupkan Wastra Nusantara Bersama Pemberdayaan BRI
Dari sana, ia tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga belajar mengembangkan bisnis melalui berbagai pelatihan dan kesempatan yang diberikan.
“Saya mengikuti pelatihan fashion, desain, bisnis, dan keuangan. Meski tidak berlatar belakang desainer, saya banyak belajar tentang desain dan pengelolaan bisnis, serta mendapat kesempatan pameran dan business matching,” ungkapnya.
“Menurut saya, proses yang paling berdampak adalah expo dan pelatihan desain. Dari expo saya bisa melihat produk dan model yang paling diminati pasar. Dari pelatihan desain, saya belajar banyak karena tidak punya latar belakang sebagai seorang desainer,” ujar Ifti.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menambahkan bahwa kehadiran Rumah BUMN BRI ditujukan sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis.
Inisiatif ini disusun untuk mendukung UMKM dalam memperluas jaringan serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang kian ketat.
Ia juga menekankan bahwa pembinaan UMKM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Hingga saat ini, BRI tercatat telah membina 54 Rumah BUMN serta menggelar lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.