news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Purbaya Klaim APBN Tetap Aman Meski Harga Minyak Dunia Melonjak, Ini Penjelasan Menkeu

Menkeu Purbaya menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi terkendali meski harga minyak dunia meroket.
Jumat, 27 Maret 2026 - 15:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Lonjakan harga minyak dunia yang sempat mendekati 100 dolar AS per barel dipastikan tidak akan mengganggu stabilitas fiskal Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi terkendali.

Hal itu disampaikan Purbaya saat menceritakan percakapannya dengan Presiden Prabowo Subianto terkait potensi tekanan harga minyak terhadap kondisi fiskal.

“Presiden nanya ‘Gimana APBN?’. Saya jawab, ‘Aman Pak!',” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga minyak yang lebih tinggi.

Kementerian Keuangan juga telah merancang langkah mitigasi guna menjaga ketahanan APBN di tengah tekanan global, khususnya akibat lonjakan harga energi.

Meski demikian, Purbaya mengakui strategi tersebut belum sepenuhnya tersampaikan kepada publik.

Oleh sebab itu, pemerintah akan meningkatkan komunikasi kepada masyarakat terkait prospek fiskal ke depan.

Ia menegaskan pemerintah tetap tenang menghadapi dinamika global, meskipun pembahasan internal berlangsung intensif.

Seluruh perhitungan dalam APBN, lanjutnya, dilakukan secara terukur dan terbuka.

“Tidak ada angka-angka yang aneh dan tidak bisa dihitung dalam APBN saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah simulasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.

Ia menyebut, jika asumsi-asumsi tersebut terjadi, defisit anggaran berpotensi melampaui batas 3 persen.

Dalam skenario pertama, harga Indonesian Crude Price (ICP) diperkirakan berada di sekitar 86 dolar AS per barel, dengan nilai tukar rupiah melemah ke kisaran Rp17.000 per dolar AS, dari asumsi APBN Rp16.500 per dolar AS.

Dengan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dan imbal hasil surat berharga negara sekitar 6,8 persen, defisit diproyeksikan mencapai 3,18 persen.

Pada skenario moderat, harga minyak diperkirakan naik ke 97 dolar AS per barel, sementara nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.300 per dolar AS.

Dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2 persen dan imbal hasil SBN 7,2 persen, defisit berpotensi meningkat menjadi 3,53 persen.

Adapun dalam skenario pesimistis, harga minyak diperkirakan menembus 115 dolar AS per barel, dengan nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.500 per dolar AS.

Dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2 persen dan imbal hasil SBN 7,2 persen, defisit APBN diperkirakan melebar hingga 4,06 persen.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral