- Antara
IHSG Melonjak 3,39% Tembus 7.200, Efek Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Saham Menguat
Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu (8 April), seiring sentimen positif dari meredanya tensi geopolitik global. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis utama yang mendorong optimisme pelaku pasar.
IHSG naik sebesar 3,39% atau setara 236,13 poin dan bertengger di level 7.207,16 pada sesi pertama perdagangan. Kenaikan ini sekaligus menandai kembalinya kepercayaan investor setelah sebelumnya pasar sempat tertekan oleh konflik geopolitik yang berlangsung selama dua bulan terakhir.
Penguatan IHSG tidak terjadi sendiri. Sejumlah bursa saham di kawasan Asia juga menunjukkan tren positif yang serupa. Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak hingga 7,07%, sementara indeks TWSE Taiwan naik 4,61%. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen global memiliki pengaruh kuat terhadap pergerakan pasar regional, termasuk Indonesia.
Sentimen Gencatan Senjata Jadi Pemicu Utama
Analis pasar menilai bahwa faktor utama di balik penguatan IHSG hari ini adalah kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Meski belum bersifat permanen, kesepakatan ini cukup untuk meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi global.
Ketegangan geopolitik selama dua bulan terakhir sebelumnya sempat memicu volatilitas tinggi di pasar keuangan, termasuk tekanan pada harga komoditas dan aliran modal asing. Dengan adanya gencatan senjata, risiko tersebut untuk sementara mereda, sehingga investor kembali masuk ke pasar saham.
Analisis Teknikal: IHSG Tembus Level Psikologis
Secara teknikal, IHSG menunjukkan sinyal penguatan yang cukup solid. Indeks berhasil menembus level resistance psikologis di angka 7.100, yang selama ini menjadi batas penting bagi pergerakan naik.
Analis Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa indikator teknikal seperti MACD mulai membentuk histogram positif, sementara stochastic RSI menunjukkan tren naik. Kondisi ini mengindikasikan adanya momentum lanjutan bagi penguatan IHSG dalam jangka pendek.
IHSG pun diproyeksikan berpotensi melanjutkan kenaikan di kisaran level 7.200, dengan catatan tidak ada sentimen negatif baru yang muncul dalam waktu dekat.
Nilai Transaksi Tembus Rp12,99 Triliun
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga terpantau cukup tinggi. Pada sesi pertama, total nilai transaksi mencapai Rp12,99 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 26,8 miliar saham.
Tingginya nilai transaksi ini mencerminkan meningkatnya minat investor, baik domestik maupun asing, untuk kembali masuk ke pasar saham di tengah membaiknya sentimen global.
Asing Catat Net Buy Rp1,01 Triliun
Salah satu indikator penting dalam pergerakan IHSG adalah aktivitas investor asing. Pada perdagangan hari ini, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp1,01 triliun.
Dari sisi volume, net buy asing mencapai 1,59 miliar saham. Ini menjadi sinyal kuat bahwa investor global mulai kembali percaya terhadap prospek pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.
Saham-Saham yang Diborong Asing
Berikut daftar saham dengan nilai beli bersih (net foreign buy) terbesar pada sesi pertama perdagangan:
-
BUMI – 378.610.700 saham
-
GOTO – 310.197.665 saham
-
DEWA – 166.674.800 saham
-
BRMS – 98.567.700 saham
-
BNBR – 96.269.200 saham
Saham-saham tersebut didominasi oleh sektor energi dan teknologi, yang memang cenderung sensitif terhadap perubahan sentimen global, terutama terkait geopolitik dan harga komoditas.
Saham yang Dilepas Investor Asing
Di sisi lain, terdapat pula sejumlah saham yang mengalami aksi jual bersih (net foreign sell), di antaranya:
-
CUAN – 239.429.500 saham
-
PPRE – 119.598.900 saham
-
BULL – 41.942.500 saham
-
ACES – 19.313.700 saham
-
BBRI – 19.302.300 saham
Aksi jual ini dinilai sebagai bagian dari strategi rotasi sektor, di mana investor mengalihkan dana ke saham-saham yang dinilai lebih prospektif dalam kondisi pasar saat ini.
Optimisme Pasar Masih Terjaga
Dengan kombinasi sentimen global yang membaik dan indikator teknikal yang positif, pasar saham Indonesia saat ini berada dalam fase optimistis. Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan lanjutan terkait gencatan senjata AS-Iran yang masih bersifat sementara.
Jika kondisi geopolitik tetap stabil, IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan dalam beberapa waktu ke depan, didukung oleh masuknya aliran dana asing dan meningkatnya aktivitas transaksi di pasar. (nsp)