- BI
Hadapi Ketidakpastian Global, Begini Komitmen BI di Forum IMF-Bank Dunia 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah ketidakpastian global, menjadi komitmen Bank Indonesia (BI) yang disampaikan dalam Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-World Bank Spring Meetings) di Amerika Serikat.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, komitmen itu akan diwujudkan melalui kebijakan nilai tukar yang fleksibel namun tetap terkendali, penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas yang hati-hati guna tetap mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, termasuk mempertahankan defisit anggaran di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta mengarahkan belanja negara ke sektor yang lebih produktif.
Dalam jangka menengah, Perry menjelaskan bahwa Indonesia terus mendorong transformasi struktural menuju sektor bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi dan pengembangan industri berbasis teknologi untuk menopang pertumbuhan yang berkelanjutan.
Penegasan ini menjadi respons atas perhatian International Monetary Fund terhadap pentingnya langkah strategis otoritas dalam menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global, sekaligus memastikan transformasi ekonomi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan.
"IMF memandang penting agar otoritas fokus pada langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global sekaligus memastikan transformasi ekonomi memberi manfaat bagi pertumbuhan," jelas Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, Sabtu (18/4/2026).
"Langkah tersebut menitikberatkan pada penjagaan ekspektasi inflasi dengan memastikan komunikasi kebijakan yang jelas guna mendukung efektivitas kebijakan moneter, menjaga stabilitas keuangan melalui penguatan pengawasan dan regulasi perbankan, serta mempertahankan kredibilitas kebijakan fiskal di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas," lanjutnya.
Di sisi lain, perubahan besar di bidang teknologi, demografi, dan lingkungan menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi perekonomian dunia.
Salah satu perubahan tersebut adalah perkembangan Artificial Intelligence yang dinilai berpotensi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan, namun juga memicu disrupsi di berbagai sektor.
IMF merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain menjaga ekspektasi inflasi melalui komunikasi kebijakan yang jelas agar kebijakan moneter lebih efektif, memperkuat stabilitas keuangan lewat pengawasan dan regulasi perbankan, serta menjaga kredibilitas fiskal di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.