news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto Sidak Gudang Bulog Danurejo.
Sumber :
  • ist

Wamentan Sudaryono Dampingi Presiden Sidak Gudang Bulog Danurejo, Pastikan Stok Beras Aman

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi gudang yang memiliki kapasitas 7.000 ton dan saat ini dalam kondisi terisi penuh.
Minggu, 19 April 2026 - 11:03 WIB
Reporter:
Editor :

"Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga April 2026 mencapai sekitar 4,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, dan terus bergerak menuju 5 juta ton. Capaian ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri," Ungkap Wamentan Sudaryono yang juga merupakan anak seorang petani asal Grobogan, Jawa Tengah itu. 

Selain itu, Wamentan Sudaryono juga menjelaskan, ketahanan pangan nasional tidak hanya ditopang oleh stok pemerintah, tetapi juga oleh ketersediaan beras di masyarakat serta potensi produksi yang masih akan berlangsung hingga akhir tahun. 

"Beras yang beredar di masyarakat diperkirakan mencapai hampir 12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton. Secara total, kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton setara dengan ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan," Imbuhnya. 

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga terus memperkuat peran Bulog dalam menjaga keseimbangan harga, baik di tingkat petani maupun konsumen.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga mengoptimalkan instrumen serapan gabah sebagai langkah menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan nasional. 

"Kami optimistis target serapan gabah setara beras pada tahun 2026 sebesar 4 juta ton dapat tercapai seiring meningkatnya produksi padi nasional. Target ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3 juta ton," Tuturnya. 

Wamentan Sudaryono yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu menegaskan, bahwa Bulog memiliki peran strategis sebagai penyangga harga dalam sistem pangan nasional.

“Penjamin harga itu Bulog. Ketika harga jatuh, negara hadir melalui Bulog dengan membeli gabah dari petani dengan harga yang baik sehingga kesejahteraan petani terjamin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Bulog menyerap sekitar 10 hingga 15 persen dari total produksi beras nasional. Dengan produksi sekitar 34,5 juta ton, cadangan yang dikelola Bulog berada di kisaran 3,6 hingga 3,7 juta ton sebagai buffer stock.

Menurutnya, intervensi tersebut penting terutama saat panen raya, ketika suplai melimpah dan berpotensi menekan harga di tingkat petani.

Sebaliknya, pada saat produksi menurun dan harga cenderung meningkat, cadangan beras akan dikeluarkan ke pasar untuk menjaga harga tetap stabil dan terjangkau.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
01:11
00:57
01:39
01:00
01:34

Viral