news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Anindya Bakrie dalam forum The 4th China International Supply Chain Expo Roadshow di Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Kadin Sebut Program Makan Bergizi Gratis Butuh 700 Juta Telur per Tahun, China Siap Masuk Kolaborasi

Ketum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyoroti peluang besar kolaborasi bisnis antara Indonesia dan China, khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selasa, 21 April 2026 - 14:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie membuka peluang besar kolaborasi bisnis Indonesia–China, khususnya dalam mendukung program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam forum The 4th China International Supply Chain Expo Roadshow di Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026), ia menegaskan kebutuhan pangan nasional yang sangat besar sekaligus peluang investasi yang terbuka lebar.

Kadin menyambut forum ini sebagai momentum penting memperkuat hubungan dunia usaha kedua negara yang selama ini telah terjalin erat, baik di level pemerintah maupun pelaku bisnis.

Ia menyoroti langsung kebutuhan konkret dari program MBG yang tengah digencarkan pemerintah. Salah satu komoditas utama, telur, disebut mencapai angka fantastis.

“Jadi kita ketahui bahwa Indonesia butuh dengan program MBG (Makan Bergizi Gratis), makanan bergizi gratis kita 700 juta telur per tahun. Tadi teman-teman bicara dengan sekumpulan pengusaha yang akan menyediakan 3 juta per tahun,” jelas dia.

Pernyataan ini menegaskan adanya gap besar antara kebutuhan dan kapasitas pasokan, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara, termasuk dengan pelaku usaha dari China.

Anindya menilai hubungan Indonesia–China tidak hanya kuat di level diplomasi tinggi, tetapi mulai mengakar hingga ke tingkat daerah dan pelaku usaha.

“Jadi bagi saya benar-benar contoh bahwa hubungan Indonesia dan China bagus sekali di atas, antara dua pemimpin besar, tapi juga mulai bergerak sampai kepada level provinsi,” tuturnya.

Ia juga menyinggung panjangnya sejarah hubungan kedua negara, yang telah berkembang dari kerja sama awal hingga kemitraan strategis komprehensif.

“Jadi terima kasih untuk relasi yang luar biasa. Jadi China dan Indonesia mempunyai hubungan yang sangat panjang dari tahun ’50 seperti kita ketahui, dan mempunyai kemitraan strategis 2005 sampai kemitraan strategis komprehensif 2013,” urai Anindya.

Namun, fokus utama Kadin saat ini bukan sekadar hubungan bilateral, melainkan realisasi konkret di sektor bisnis. Kadin berencana menghadiri ajang ekspo rantai pasok di China pada akhir Juni, sekaligus mendorong kerja sama business to business (B2B) yang lebih luas dan inklusif.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:15
05:13
01:54
02:04
01:04
05:37

Viral