- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Di Tengah Konflik Timur Tengah, Anindya Bakrie Bawa Misi Rantai Pasok dan Ketahanan Pangan ke Beijing
Anindya menyebut, kehadiran delegasi Indonesia tidak sekadar simbolis, tetapi ditargetkan menghasilkan kerja sama konkret lintas sektor.
“Pada tanggal yang sama ada APEC CEO Forum, jadi sekalian kita bisa kerja. Saya akan datang bersama delegasi untuk menghasilkan lebih banyak kerja sama,” ungkapnya.
Salah satu sektor yang mulai dibahas adalah pengembangan industri peternakan, termasuk kerja sama terkait ayam petelur sebagai bagian dari penguatan sektor pangan.
Fokus Tak Hanya Industri Besar, Tapi Juga Ketahanan Pangan
Anindya menegaskan bahwa arah kerja sama ke depan tidak lagi hanya berfokus pada proyek besar seperti industrialisasi dan hilirisasi, tetapi juga menyentuh sektor strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.
Salah satunya adalah ketahanan pangan, yang kini menjadi isu krusial di tengah ketidakpastian global.
“Bukan hanya industri besar dan investasi hilirisasi, tapi juga sampai ke sektor seperti ketahanan pangan,” jelasnya.
Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa manfaat kerja sama internasional tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri besar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi stabilitas ekonomi domestik.
Indonesia Perkuat Posisi di Tengah Ketidakpastian Global
Langkah Kadin menuju Beijing menjadi bagian dari strategi lebih luas dalam memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi global. Dengan menjalin kemitraan strategis, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas rantai pasok sekaligus membuka peluang investasi baru.
Di tengah tekanan global, langkah proaktif seperti ini dinilai penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam sistem perdagangan internasional.
Kehadiran delegasi Indonesia di Beijing pada Juni mendatang diharapkan menjadi titik awal penguatan kerja sama yang lebih luas, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. (agr/nsp)