- Abdul Gani Siregar
Rosan Laporan ke Prabowo Investasi Indonesia Melejit, Tembus Rp498,79 Triliun di Awal 2026
Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani melaporkan capaian investasi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto yang menunjukkan tren positif di awal 2026.
Dalam paparannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rosan menyampaikan bahwa realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai Rp498,79 triliun, melampaui target pemerintah.
Investasi Lampaui Target dan Tumbuh Positif
Rosan mengungkapkan capaian tersebut berhasil menembus 100,36 persen dari target Rp497 triliun yang ditetapkan pemerintah.
Tak hanya melampaui target, angka ini juga mencatat pertumbuhan tahunan (year on year) sebesar 7,22 persen.
“Realisasi investasi kuartal pertama mencapai Rp498,79 triliun atau 100,36 persen dari target, dengan pertumbuhan 7,22 persen secara tahunan,” ujar Rosan, Selasa (21/4/2026).
Capaian ini memperkuat optimisme bahwa iklim investasi Indonesia tetap kompetitif di tengah dinamika ekonomi global.
Serap Lebih dari 700 Ribu Tenaga Kerja
Selain dari sisi nilai investasi, dampak terhadap penyerapan tenaga kerja juga menjadi sorotan.
Sepanjang kuartal I 2026, investasi yang masuk berhasil menyerap sebanyak:
-
706.569 tenaga kerja
-
Tumbuh 18,93 persen secara tahunan
Angka ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat.
PMDN dan PMA Seimbang
Dari sisi komposisi, investasi di Indonesia menunjukkan keseimbangan antara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Komposisi investasi:
-
PMDN: sekitar 49,89 persen
-
PMA: sekitar 50 persen atau Rp249,94 triliun
Keseimbangan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat kemandirian investasi dalam negeri.
Investasi Luar Jawa Mulai Mendominasi
Distribusi investasi juga mengalami pergeseran positif dengan kontribusi wilayah luar Pulau Jawa yang kini sedikit lebih besar dibandingkan Pulau Jawa.
Distribusi wilayah:
-
Luar Jawa: 50,37 persen
-
Jawa: 49,63 persen atau Rp247,53 triliun
Tren ini mencerminkan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan investasi di seluruh wilayah Indonesia.
Lima Daerah Penyumbang Terbesar
Rosan juga memaparkan lima wilayah dengan kontribusi investasi terbesar di Indonesia.
Top 5 daerah:
-
DKI Jakarta – 15,76 persen
-
Jawa Barat
-
Banten
-
Jawa Timur
-
Jawa Tengah
Wilayah-wilayah tersebut masih menjadi pusat aktivitas ekonomi dan investasi nasional.
Negara Investor Asing Terbesar
Dari sisi global, investasi asing di Indonesia masih didominasi oleh negara-negara mitra utama.
Lima negara investor terbesar:
-
Singapura – US$4,6 miliar
-
Hong Kong – US$2,7 miliar
-
Tiongkok – US$2,2 miliar
-
Amerika Serikat – US$1,7 miliar
-
Jepang – US$1 miliar
Kontribusi negara-negara ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Baru 29 Persen dari Total Investasi
Rosan menegaskan bahwa angka yang disampaikan saat ini baru mencerminkan sekitar 29 persen dari total investasi yang masuk sepanjang tahun.
Artinya, masih terdapat potensi peningkatan investasi yang cukup besar pada kuartal-kuartal berikutnya.
Ia juga menyebut bahwa laporan tersebut masih bersifat awal dan rincian lengkap akan disampaikan dalam waktu dekat kepada publik.
“Ini masih gambaran besar, nanti akan kami sampaikan lebih detail,” ujar Rosan.
Optimisme Investasi di Tengah Ketidakpastian Global
Capaian investasi di awal 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi utama bagi investor, baik domestik maupun asing.
Di tengah kondisi global yang dinamis, stabilitas ekonomi, reformasi kebijakan, serta potensi pasar domestik menjadi faktor utama yang mendorong masuknya investasi.
Dengan tren positif ini, pemerintah optimistis target investasi nasional sepanjang 2026 dapat tercapai bahkan berpotensi melampaui ekspektasi. (agr/nsp)