news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wamenkeu Juda Agung..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Belanja Negara Triwulan I 2026 Tembus Rp815 Triliun, Melonjak Tajam 31,4 Persen

Secara rinci, belanja pemerintah pusat sendiri mencapai Rp610,3 triliun atau 19,4 persen dari target APBN, dengan pertumbuhan 47,7 persen secara tahunan.
Senin, 27 April 2026 - 15:14 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung melaporkan realisasi belanja negara pada triwulan I 2026 mencatat lonjakan signifikan. Secara tahunan, belanja tumbuh 31,4 persen hingga mencapai Rp815 triliun.

Juda Agung menjelaskan, kecepatan penyerapan belanja pada awal tahun ini tergolong lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

“Di triwulan I ini, belanja sudah mencapai 21,2 persen dari (target) APBN. Bandingkan dengan tahun lalu di mana belanja hanya 17,1 persen (setara 17,1 persen dari target APBN) dan growth-nya hanya 1,4 persen,” kata Juda di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Secara rinci, belanja pemerintah pusat mencapai Rp610,3 triliun atau 19,4 persen dari target APBN, dengan pertumbuhan 47,7 persen secara tahunan.

Sementara itu, transfer ke daerah tercatat Rp204,8 triliun atau 29,5 persen dari target APBN, namun mengalami kontraksi 1,1 persen dibandingkan tahun lalu.

Di sisi penerimaan, pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun atau naik 10,5 persen secara tahunan, setara 18,2 persen dari target APBN.

Penerimaan perpajakan menyumbang Rp462,7 triliun atau 17,2 persen dari target APBN, tumbuh 14,3 persen (yoy). Adapun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp112,1 triliun atau 24,4 persen dari target APBN, mengalami penurunan 3 persen secara tahunan.

Kombinasi kinerja belanja dan pendapatan tersebut mendorong defisit APBN pada triwulan I 2026 menjadi Rp240,1 triliun, setara 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dalam kesempatan yang sama, Juda menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2026 diperkirakan mencapai 5,5 persen secara tahunan, merujuk pada perhitungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai, didorong percepatan belanja pemerintah dan tetap kuatnya konsumsi domestik, sebagaimana tercermin dalam Mandiri Spending Index (MSI).

Selain itu, penerimaan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) melonjak 57,7 persen secara tahunan menjadi Rp155,6 triliun. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas konsumsi dan transaksi dunia usaha masih berada dalam tren positif.

“Tren penguatan memang terjadi sejak September di triwulan IV kemarin. Memang di bulan Maret ada sedikit pelemahan, terutama di dalam melihat ekspektasi kondisi ekonomi ke depan itu ada pelemahan, tentu saja ini saya kira dampak dari perang di Timur Tengah,” kata Juda. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:28
04:36
01:10
02:37
07:46
03:48

Viral