news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rapat Anggota Tahunan ke-27 KSP Nasari di Surabaya, Rabu (13/5/2026), sekaligus pengenalan aplikasi digital berbasis white label untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)..
Sumber :
  • Istimewa

Menkop Sebut Inovasi Digital KSP Nasari Dapat Diadopsi KDKMP, Aplikasi Mobile Bisa Jadi Role Model

Menkop Ferry menegaskan koperasi tidak cukup hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga harus berkembang menjadi ekosistem ekonomi rakyat yang produktif dan terintegrasi.
Kamis, 14 Mei 2026 - 14:43 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari berhasil menunjukkan pertumbuhan yang sehat sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di tengah upaya modernisasi koperasi nasional.

Hal tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-27 KSP Nasari di Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Dalam agenda itu, KSP Nasari juga memperkenalkan aplikasi digital berbasis white label guna mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Saya mencermati bahwa KSP Nasari menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan konsisten. Jumlah anggota telah mencapai lebih dari 65 ribu anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap KSP Nasari,” kata Menkop Ferry dalam sambutannya.

Menurut Ferry, capaian tersebut menjadi bukti koperasi tetap mampu tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Saya mengapresiasi upaya pengurus, pengawas, manajemen, serta seluruh anggota yang terus menjaga kepercayaan dan semangat gotong royong dalam membangun koperasi,” ungkapnya.

KDMP Bisa Adopsi Inovasi Digital KSP Nasari

KSP Nasari kini mulai mengembangkan super apps koperasi yang menghadirkan beragam layanan, mulai dari simpan pinjam, marketplace desa, pembayaran digital, e-money, hingga pendidikan koperasi berbasis e-learning.

Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, mengatakan aplikasi tersebut nantinya dapat langsung dimanfaatkan oleh KDKMP melalui sistem white label.

“Teman-teman KDKMP nantinya bisa langsung punya aplikasi digital sendiri. Jadi koperasi desa atau kelurahan dapat memiliki platform digital dengan nama masing-masing wilayah,” ujar Frans.

Ia menjelaskan, aplikasi itu dikembangkan dari platform internal Nasari Digital atau “Nadi” yang saat ini telah digunakan sekitar 65 ribu anggota Nasari di berbagai daerah di Indonesia.

Frans menyebut aplikasi tersebut memiliki sejumlah fitur utama, seperti RAT online, kartu anggota digital, payment gateway, marketplace desa, layanan tabungan dan pinjaman, hingga pelatihan koperasi berbasis digital.

Menurutnya, fitur marketplace desa menjadi salah satu inovasi unggulan karena memungkinkan masyarakat memasarkan produk lokal seperti di platform e-commerce besar.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:35
06:21
06:22
05:04
06:04
02:54

Viral