news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5)..
Sumber :
  • Antara

Jelang Pengumuman APBN KITA, Menkeu Purbaya Klaim Kondisi Fiskal RI di Luar Dugaan Pengamat

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan membuka kondisi terbaru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 pada hari ini, Selasa (19/5/2026). 
Selasa, 19 Mei 2026 - 08:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.comMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan membuka kondisi terbaru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 pada hari ini, Selasa (19/5/2026). 

Pernyataan itu muncul di tengah sorotan tajam terhadap lonjakan defisit fiskal yang sudah menembus Rp240,1 triliun hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Purbaya menegaskan publik tidak perlu khawatir terhadap kondisi fiskal nasional.

Ia bahkan memberi sinyal laporan terbaru APBN bakal menunjukkan kondisi yang jauh lebih baik dibanding persepsi banyak pengamat ekonomi.

“Akan ada APBN KITA (Kinerja dan Fakta), laporan APBN kita sampai April,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (19/5/2026).

Meski belum membeberkan detail terbaru mengenai penerimaan negara maupun belanja pemerintah, Purbaya mengklaim fundamental fiskal Indonesia masih sangat kuat.

“Itu hasilnya bagus, pasti di luar pikiran para pengamat itu. Jadi fondasi kita memang betul-betul bagus. Jadi Anda enggak usah khawatir,” tegasnya.

Pernyataan optimistis Menkeu itu muncul setelah APBN hingga akhir Maret 2026 tercatat mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Angka tersebut melonjak drastis hingga 140,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatat defisit Rp99,8 triliun atau 0,41 persen dari PDB.

Besarnya tekanan fiskal juga terlihat dari posisi defisit yang sudah mencapai 34,8 persen dari target defisit APBN sepanjang 2026 sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen dari PDB.

Padahal pada periode yang sama tahun lalu, realisasi defisit baru menyentuh 16,2 persen dari target tahunan.

Di sisi penerimaan, pendapatan negara hingga akhir kuartal I-2026 tercatat mencapai Rp574,9 triliun atau 18,2 persen dari target APBN. Angka tersebut masih tumbuh 10,5 persen secara tahunan.

Penerimaan perpajakan menjadi penopang utama dengan realisasi Rp462,7 triliun atau 17,2 persen target APBN, tumbuh 14,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dari jumlah itu, penerimaan pajak mencapai Rp394,8 triliun atau 16,7 persen target APBN dengan pertumbuhan signifikan sebesar 20,7 persen secara tahunan.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp67,9 triliun atau 20,2 persen target APBN, meskipun masih mengalami kontraksi 12,6 persen secara tahunan.

Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp112,1 triliun atau 24,4 persen target APBN, namun turun 3 persen dibanding periode sebelumnya.

Di sisi lain, realisasi belanja negara melesat sangat agresif. Hingga akhir Maret 2026, belanja negara tercatat mencapai Rp815 triliun atau 21,2 persen dari target APBN, tumbuh 31,4 persen secara tahunan.

Kenaikan belanja terutama ditopang percepatan Belanja Pemerintah Pusat (BPP) yang mencapai Rp610,3 triliun atau 19,4 persen target APBN, melonjak 47,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi Rp204,8 triliun atau 29,5 persen target APBN, meski mengalami kontraksi tipis sebesar 1,1 persen.

Lonjakan belanja pemerintah di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah kini menjadi perhatian besar pelaku pasar.

Namun, pemerintah tetap yakin strategi fiskal ekspansif yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto akan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. (agr/nsi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:18
05:29
01:41
01:38
02:21
02:35

Viral