news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mukhamad Misbakhun.
Sumber :
  • Syifa Aulia-tvOne

Misbakhun Sebut APBN Indonesia Tidak Mungkin Bangkrut, Alasannya Masih Banyak Komoditas Unggul

Misbakhun percaya diri APBN Indonesia tidak mungkin bangkrut lantaran RI masih memiliki banyak komoditas unggulan yang menopang perekonomian nasional.
Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tidak akan mengalami kebangkrutan.

Menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga kondisi keuangan negara tetap kuat.

"Kalau ada yang mengatakan APBN kita bangkrut, tidak mungkin kita bangkrut," kata Misbakhun dalam sesi "1 on 1 Legislative" Jogja Financial Festival di Yogyakarta, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan Indonesia masih memiliki banyak komoditas unggulan yang menopang perekonomian nasional.

Komoditas tersebut mulai dari crude palm oil (CPO), nikel, hingga hasil perkebunan dan sektor kelautan.

"CPO 40 persen, nikel bahkan lebih 60 persen, kita masih menghasilkan karet, kopi, damar, ikan laut. Negara sekaya Indonesia tidak mungkin menjadi negara yang bangkrut," katanya.

Misbakhun menilai masyarakat perlu memahami situasi ekonomi secara objektif dan tidak mudah terpengaruh informasi yang memicu kekhawatiran berlebihan mengenai kondisi ekonomi nasional.

"Kita berhadapan pada sebuah situasi antara realitas melawan media sosial. Jangan percaya begitu saja apa yang dilakukan influencer," katanya.

Ia mengatakan persepsi publik saat ini banyak dipengaruhi konten digital, termasuk informasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut dia, berbagai konten tersebut kerap menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia seolah sedang berada dalam krisis besar.

"Kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda dibanding krisis 1998 karena fundamental ekonomi nasional masih kuat dan stabil karena masih memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasi terkendali, serta daya tahan sektor keuangan yang lebih kuat," katanya. (ant/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral