- Istimewa
Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Jepang, KEK Industropolis Batang Bidik Investasi High-Tech Negeri Sakura
Dengan fleksibilitas pengembangan dan fasilitas penunjang modern, kawasan tersebut dirancang untuk mendukung efisiensi operasional rantai pasok global sekaligus memberikan nilai tambah bagi investasi jangka panjang di Asia Tenggara.
Direktur Promosi Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, Cahyo Purnomo, menyebut hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang telah terjalin kuat selama lebih dari 60 tahun. Jepang juga dinilai konsisten menjadi salah satu mitra dagang terbesar dan investor terpercaya bagi Indonesia.
“Pada tahun 2025 saja, realisasi investasi langsung (FDI) Jepang mencapai USD 3,12 miliar, sehingga total investasi dalam lima tahun terakhir melampaui USD 18 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 13,2 persen. Ketahanan ekonomi Indonesia juga menunjukkan performa yang sangat resilien di tengah dinamika global, di mana pada kuartal pertama tahun 2026 investasi langsung Indonesia tercatat mencapai USD 30,2 miliar atau tumbuh sebesar 18,9 persen secara year-on-year,” ujar Cahyo, dikutip Rabu (27/5/2026).
Ia menambahkan, di bawah visi Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7 hingga 8 persen. Target tersebut membutuhkan tambahan investasi baru sekitar USD 814,4 miliar dalam lima tahun mendatang.
Menurut Cahyo, kondisi itu menjadi peluang strategis bagi industri teknologi tinggi Jepang untuk memperluas kolaborasi di Indonesia, tidak hanya melalui kemitraan bisnis konvensional, tetapi juga menuju pola co-creation yang berkelanjutan.
“Pemerintah Indonesia terus memperkuat reformasi struktural melalui kemudahan perizinan berbasis risiko melalui OSS, insentif fiskal dan non-fiskal yang kompetitif, serta penguatan standar industri yang selaras dengan kerangka ESG global. Pertumbuhan investasi hilirisasi bernilai tambah tinggi di Indonesia yang meningkat lebih dari 43 persen pada tahun 2025, khususnya pada sektor mineral strategis seperti nikel dan kobalt, juga membuka peluang besar bagi KEK Industropolis Batang untuk berkembang sebagai pusat rantai pasok regional Indo-Pasifik yang aman, terdiversifikasi, dan berkelanjutan melalui dukungan teknologi maju dari Jepang,” lanjutnya.
Forum bisnis tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari investor internasional, perwakilan pemerintah, hingga asosiasi bisnis. Dukungan terhadap penguatan kerja sama Indonesia-Jepang juga disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta.